Hayati Nupus
19 Januari 2018•Update: 20 Januari 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
TNI akan menambah alat utama sistem pertahanan (Alutsista) sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) TNI kedua periode 2014-2019 dan untuk memenuhi target Minimum Essential Force.
Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan Alutsista yang akan ditambah itu di antaranya radar, pesawat Hercules, pesawat Sukhoi SU-35, pesawat angkut ringan dan helikopter.
“Semua penambahan itu sudah ada dalam Renstra kedua, roadmapnya sudah saya serahkan pada Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang baru Yuyu Sutisna,” ujar Hadi, Jumat, di Landasan Udara Halimperdanakusuma Jakarta.
Saat ini, kata Hadi, TNI memiliki 20 unit radar. TNI akan menambah 12 unit radar lagi dalam Renstra kedua dan ketiga.
“Skalanya bisa 6-6 atau 4-4-4, nanti KSAU Yuyu yang akan memilih,” kata Hadi.
Sedang Hercules, ujar Hadi, saat ini TNI AU masih menggunakan Hercules jenis lama. Pesawat itu akan diganti dengan Hercules baru tipe C.
Selain itu, kata Hadi, TNI AU juga masih menunggu kedatangan Sukhoi SU-35 hasil imbal dagang komoditas Indonesia dengan Rusia.
Kerja sama senilai USD1,14 miliar itu telah diteken Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan pihak BUMN Rusia Rostec dalam kunjungan Enggartiasto ke Rusia, 3-5 Agustus 2017 lalu.
Sukhoi SU-35 akan menggantikan pesawat F-5 di Skuadron 15 Lanud Iswahyudi Madiun yang sudah tidak layak terbang.
Alutsista TNI, ujar Hadi, masih terbatas. Sejurus dengan potensi ancaman seputar terorisme, perang siber, dan kerawanan keamanan laut perbatasan.
“Juga kejahatan lain yang merugikan Indonesia seperti illegal fishing, penyelundupan barang, manusia, senjata, dan narkoba,” kata Hadi.
Terlebih ke depan, ujar Hadi, TNI akan mengintegrasikan TNI AU dengan matra lain dalam jaringan bertempur atau Network Centric Warfare. Juga akan mengaplikasikan konsep berperang dengan Unmanmed Combat Aerial Vehicle (UCAV) berbasis satelit.