Meltem Bulur,Behlül Çetinkaya
31 Januari 2018•Update: 01 Februari 2018
Meltem Bulur,Behlül Çetinkaya
ANKARA
Turki pada Selasa mengumumkan bahwa delegasi Turki telah menyerahkan daftar 50 nama kandidat untuk komite konstitusi yang direncanakan kepada Kongres Dialog Nasional Suriah yang diselenggarakan di Sochi, Rusia.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa Turki sejak awal telah menunjukkan “sikap konstruktif” mengenai Kongres Dialog Nasional Suriah yang diselenggarakan di Rusia.
Proposal untuk membentuk sebuah komite konstitusi pada Selasa telah disepakati di kongres yang diselenggarakan oleh Ankara, Teheran, dan Moskow tersebut.
Kementerian menyatakan bahwa seruan pembentukan komite konstitusi dan pemilihan 150 kandidat untuk komite tersebut merupakan hasil paling penting dari kongres tersebut
"Delegasi Turki, yang diberi mandat untuk mewakili kelompok oposisi yang tidak menghadiri Kongres, telah mengajukan daftar 50 nama kandidat yang sudah dikonsultasikan dengan pihak oposisi," tulis pernyataan tersebut
Menurut pernyataan yang sama, perwakilan khusus PBB untuk Suriah dapat menunjuk nama dari dalam atau luar daftar kandidat dalam proses pembentukan komite tersebut.
"Proses pembentukan Komite Konstitusi akan dipantau dari dekat oleh Turki sebagai penjamin oposisi," tambah pernyataan tersebut.
Melalui pernyataan tersebut, Turki menyatakan akan terus mendukung upaya terbentuknya solusi politik yang akan membawa perubahan politik nyata di Suriah sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254 dalam semua platform.
Turki menyatakan berharap agar semua aktor "memenuhi tanggung jawab mereka dalam mengarahkan pihak-pihak yang terlibat konflik di Suriah untuk menegosiasikan solusi politik yang kredibel.
Turki percaya bahwa "Kongres dapat berkontribusi pada proses Jenewa jika PBB dipastikan berpartipasi dan oposisi yang kredibel diberi penghargaan atas perannya dalam proses politik," kata pernyataan tersebut.
"Komite Perundingan Tinggi dan Koalisi Nasional Suriah memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Kongres karena pelanggaran gencatan senjata di lapangan baru-baru ini serta kekhawatiran dan ketidakpastian yang belum terselesaikan terkait Kongres," tambah pernyataan tersebut.
Selain itu juga disebutkan bahwa sebuah delegasi oposisi yang berangkat dari Ankara ke Sochi untuk menghadiri kongres, menolak untuk masuk ke Rusia sebagai reaksi terhadap poster dan logo menunjukkan bendera rezim Suriah yang dipasang di pusat kongres dan bandara.