29 September 2017•Update: 29 September 2017
Ali Kemal Akan
ANKARA
Angkatan Bersenjata Turki
melumpuhkan 63 teroris dalam operasi melawan kelompok teroris pada tanggal
21-27 September di Provinsi Hakkari, Sirnak, Mardin, Siirt, dan Diyarbakir. Dalam
operasi ini, sebanyak 16.172 orang yang berusaha masuk ke perbatasan secara ilegal
ditangkap.
Menurut
informasi yang diperoleh dari Staf Umum Angkatan Bersenjata, operasi militer di
wilayah-wilayah tersebut dilanjutkan karena kerap digunakan sebagai tempat
persembunyian dan jalur perjalanan antarkota oleh kelompok teroris.
Selain
menangkap anggota kelompok teroris, pasukan bersenjata juga menyita 30 senapan
infanteri, 1 senjata anti-pesawat, 4 senapan mesin, 5 senapan penembak jitu, 7
peluncur roket, dan 11 pistol.
Perlengkapan senjata yang juga dikumpulkan pada operasi itu antara lain satu mortir 60 milimeter, 99 granat, dua teropong sniper, satu teropong senjata mini termal, 150 kilogram amonium nitrat, 465 detonator, 27.929 amunisi senjata ringan, 653 amunisi anti-pesawat terbang, satu amunisi pengebom T-40, satu amunisi 81 milimeter, lima ranjau, 70 amunisi peluncur roket RPG-7, sepuluh binokuler, empat teropong malam, 89 pelor peluru, 13 radio, 66 tabung, satu masker gas, dan 15 filter masker gas.
Sementara
itu, 54 peledak buatan tangan dimusnahkan dan 87 tempat penampungan dan
persembunyian dihancurkan.
Dari operasi
di garis perbatasan yang menargetkan penyelundupan dan perdagangan narkoba yang
selama ini menjadi sumber pendanaan utama para teroris berhasil disita 152.126
rokok ilegal dan 1.881 kilogram berbagai jenis ganja
16.172
orang penyelundup ditangkap
Inspeksi
yang dilakukan untuk meningkatkan keamanan di garis perbatasan Turki berhasil
menahan 16.172 orang yang berusaha masuk ke negara ini secara ilegal.
Saat melakukan operasi ini,
4 orang tentara tewas dan 27 lainnya mengalami luka-luka.
Namun di sisi lain, pihak
kelompok teroris mengalami kerugian besar baik dari segi logistik maupun
personel.
Operasi dilakukan di utara
Suriah untuk mengamankan perbatasan Turki-Suriah dari ancaman Daesh, melindungi
warga sipil di daerah sekitar, dan memastikan pengungsi yang akan kembali ke negaranya
aman.