03 Oktober 2017•Update: 03 Oktober 2017
Satuk Bugra Kutlugun
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu optimistis bahwa hubungan Turki dengan Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) di utara Irak akan membaik jika mereka mau memperbaiki "kesalahan" mereka, katanya merujuk pada referendum Kurdi.
"Ini bukan referendum yang demokratis ataupun sah. Ini menyalahi konstitusi Irak," kata Cavusoglu kepada Anadolu Agency.
"Masih belum terlambat bagi pemerintahan Masoud Barzani untuk mundur. Jika KRG mau memperbaiki kesalahannya, maka kita bisa kembali menjalin hubungan baik seperti sebelum pelaksanaan referendum," tegas dia.
Pemerintah regional yang dipimpin oleh Presiden Masoud Barzani memiliki hubungan dekat dengan Ankara, dan telah memberdayakan jaringan pipa yang terbentang di sepanjang utara Irak hingga Pelabuhan Mediterania Turki Ceyhan untuk mengekspor minyak, yang merupakan kekuatan ekonomi utama KRG.
Namun, referendum tidak sah yang dilaksanakan pada 25 September - di wilayah otonomi KRG di sepanjang utara Irak - telah memicu konflik antara keduanya.
Berdasarkan hasil hitung suara, hampir 93 persen suara mendukung kemerdekaan dari Irak.
Referendum tersebut telah menuai kecaman dari pihak regional maupun internasional, karena dikhawatirkan dapat mengganggu pertempuran melawan terorisme dan memicu destabilisasi di wilayah tersebut.