Erric Permana
06 September 2017•Update: 07 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Setelah sukses dengan kerjasama pembuatan Medium Tank, Pemerintah Turki menawarkan kerjasama kembali dalam pembuatan kapal selam tipe 214 dan drone.
Tawaran ini diajukan Wakil Menteri Industri Pertahanan Turki Ismail Demir dalam pertemuan rapat koordinasi kerjasama di bidang pertahanan (Defence Industry Cooperation Meeting) ke 6 di Kementerian Pertahanan Jakarta, Rabu.
Ismail Demir mengatakan tawaran pembuatan kerjasama kapal selam dan drone tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama jangka panjang dengan Indonesia. Bentuk kerjasama ini tidak hanya menawarkan satu produk saja melainkan saling berbagi pengetahuan.
“Satu projek dan satu produk bukan tujuan kita di sini, tetapi tujuan kita untuk melakukan kerjasama yang berkesinambungan dalam industri pertahanan,” kata Ismail Demir kepada Anadolu Agency.
Dalam pertemuan antara Ismail Demir dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Sutrimo Sumarian, Demir mengaku membahas sejumlah hal, di antaranya kelanjutan proyek medium tank dan kerjasama di bidang sistem penerbangan serta pelayaran.
Sementara itu menurut Sutrimo Sumarian tawaran kerjasama pembuatan kapal selam tipe 214 nantinya akan dibahas dengan menteri dan juga parlemen.
“Kita laporkan dulu dan ini kan teknis, perlu berunding dan nanti kalau detilnya cocok dan bagus, [baru] masuk ke parlemen, dan semua [nya] jadi pasti,” tambahnya.
Kapal selam Tipe 214 merupakan kapal selam diesel elektrik terbaru yang dilengkapi sistem Air Independent Propulsion (AIP). Kapal selam tersebut bisa menyelam selama dua minggu tanpa muncul ke permukaan, sehingga sulit terdeteksi.
Komitmen Turki membantu Indonesia
Sutrimo Sumarian juga mengatakan kerjasama dengan Turki akan saling menguntungkan kedua negara. Selain itu Turki juga telah sepakat membantu Indonesia untuk mewujudkan kemandirian dalam industri pertahanan.
“Yang baru tadi menawarkan bagaimana dengan kerjasama kapal selam dan Turki akan membantu Indonesia menguasai betul cara pembuatannya,” kata Sutrimo.
Sutrimo mengatakan kerjasama antara Turki dan Indonesia juga memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menciptakan kedamaian.
“Turki negara terpandang dan anggota NATO. Kita ASEAN. Ada poros sama-sama menciptakan perdamaian. Itu semua tujuannya menciptakan perdamaian dunia," kata Sutrimo lagi.