İqbal Musyaffa
19 April 2018•Update: 19 April 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah memasukkan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) ke dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) yang berjumlah 222 proyek dan tiga program strategis.
Perguruan tinggi bertaraf internasional tersebut akan menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi agama Islam, ilmu sosial dan humaniora, sains, dan teknologi.
Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo dalam konferensi pers mengenai PSN di Jakarta, Kamis, mengatakan pembangunan UIII masuk ke dalam PSN karena banyak negara luar yang ingin belajar dari Indonesia.
“Indonesia butuh program magister dan doktor ilmu agama dan sains. Selain itu, kita juga terkenal dengan Bhineka Tunggal Ika dan sukses dalam menjaga kerukunan sehingga menarik minat negara lain untuk belajar di Indonesia,” jelas Wahyu.
Selain itu, Wahyu menambahkan, pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat sains dan ilmu keagamaan di dunia.
Dengan begitu, akan semakin banyak mahasiswa asing belajar di Indonesia sehingga mendatangkan devisa, serta semakin memperkenalkan Indonesia di dunia internasional.
Pendirian UIII sudah memiliki payung hukum berupa Peraturan Presiden nomor 57 tahun 2016. Kampus tersebut rencananya akan dibangun di Cimanggis, Depok di atas lahan seluas 143 hektar milik Radio Republik Indonesia.
Dari total area tersebut, hanya 30 persen yang bakal digunakan untuk pembangunan kampus.
Pada Januari lalu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil pernah mengatakan bahwa lahan yang terdaftar atas nama RRI itu akan dialihkan kepada Kementerian Agama.
Selain itu, sebanyak 740 kepala keluarga yang tinggal di atas lahan tersebut juga akan dipindahkan dan diberi uang kerahiman.