Pizaro Gozali Idrus
25 Juni 2020•Update: 26 Juni 2020
JAKARTA
Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah untuk menyelamatkan para pengungsi Rohingya yang kini masih berada di perairan Aceh Utara.
"Kami mendesak pihak berwenang di Indonesia untuk memastikan penyelamatan, pendaratan dan perlindungan bagi para pengungsi," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid dalam keterangan tertulis pada Kamis.
Usman mendesak otoritas Indonesia juga memberikan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, air bersih dan tempat tinggal sementara yang layak.
“Apalagi banyak dari mereka adalah anak-anak,” ujar Usman.
Amnesty juga mendesak Pemerintah untuk segera menginisiasi komunikasi intensif dengan pemimpin negara lain di kawasan, termasuk dengan Australia.
Supaya Bali Process diaktifkan demi mencari solusi tentang bagaimana menyelamatkan para pengungsi yang masih terapung di laut dan untuk mengakhiri penderitaan mereka.
"Di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini kami meminta negara-negara di kawasan untuk menjamin keselamatan, kesejahteraan para pengungsi dan tidak mendorong mereka kembali ke laut," ujar dia.
Di bawah hukum internasional, negara-negara di kawasan punya kewajiban untuk menyelamatkan pengungsi yang mencari perlindungan di wilayah negara mereka.
"Menolak para pengungsi itu sama saja dengan melegalkan pelanggaran hak asasi manusia," tutur dia.
Dalam pantauan Anadolu Agency pada Kamis siang, para pengungsi Rohingya masih berada di pantai Aceh Utara.
Sebelumnya, Kepolisian Aceh menyampaikan sebanyak 94 pengungsi Rohingya, Myanmar terdampar di perairan Pantai Seunuddon, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu.
Sekelompok Rohingya itu berhasil ditemukan tiga nelayan Aceh saat terkatung-katung di lautan.
Ketiganya mengaku melihat sebuah kapal motor rusak, terombang-ambing dan nyaris tenggelam, sementara para penumpang kapal berteriak meminta pertolongan.
Berdasarkan data awal Polairud Aceh, jumlah warga Rohingya yang diselamatkan terdiri atas 15 orang laki-laki dewasa, 49 perempuan, dan 30 anak-anak.