Nicky Aulia Widadio
01 Desember 2020•Update: 01 Desember 2020
JAKARTA
Gunung Ili Lewotolok, Lembata, Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Senin pukul 23.20 WITA.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gunung Ili Lewotolok mengeluarkan kolom abu setinggi 700 meter dari atas puncak atau 2.123 meter di atas permukaan laut.
“Berdasarkan hasil pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan,” kata Kepala Pusat Data, Humas dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui siaran pers, Senin malam.
Menurut Raditya, suara gemuruh terdengar saat erupsi di Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Ili Lewotolok menjadi Level III atau ‘Siaga’ setelah terjadi erupsi dan meningkatnya aktivitas gunung api ini pada Minggu.
Dengan penetapan status gunung tersebut, PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat dan wisatawan pada radius 4 kilometer dari puncak.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mengevakuasi para warga yang tinggal dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Ili Lewotolok.
Sebanyak 4.628 jiwa telah dievakuasi ke tujuh titik pengungsian hingga Senin malam.
Raditya menuturkan kebutuhan mendesak yang dibutuhkan yakni tenda pengungsian, air dan sanitasi, kebutuhan bayi dan balita, masker, selimut, alas tidur, terpal dan dukungan relawan untuk anak-anak.