Nicky Aulia Widadio
30 Oktober 2020•Update: 31 Oktober 2020
JAKARTA
Tiga kecamatan terdampak abu vulkanik setelah Gunung Sinabung menggugurkan awan panas pada Kamis.
Gunung api tersebut dua kali menggugurkan awan panas, yakni pada pukul 07.45 dan 17.52 WIB.
Pelaksana tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Natanael Peranginangin mengatakan guguran awan panas pertama menunjukkan tinggi kolom abu 1.500 meter, dengan jarak luncur 2.000 meter.
Sedangkan guguran awan panas kedua tidak termonitor secara visual karena Gunung Sinabung tertutup kabut.
Tiga kecamatan terdampak yakni Berastagi, Merdeka, dan Dolat Rakyat.
“Debu vulkanik sempat mengganggu aktivitas dan lahan pertanian warga, tetapi pagi ini sudah mulai normal kembali,” kata Natanael kepada Anadolu Agency, Jumat.
BPBD saat ini meminta warga sekitar untuk memasuki zona merah, yakni radius 3-4 kilometer dari kawah puncak Sinabung.
Natanael mengatakan tidak ada warga yang harus mengungsi, lantaran desa-desa di sekitar Gunung Sinabung telah direlokasi setelah gunung ini aktif erupsi sejak 2013.