Nicky Aulia Widadio
16 Desember 2019•Update: 16 Desember 2019
JAKARTA
Indonesia akan menjabat sebagai Ketua Dewan Keamanan PBB pada Agustus 2020.
Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas mengatakan Indonesia akan mengusung tema kontra-terorisme pada kesempatan itu.
Menurut dia, Indonesia akan mendorong pendekatan yang disebut soft approach dalam penanganan isu terorisme di tataran global, misalnya pada penanganan foreign terrorist fighters (FTF).
“Misalnya terkait FTF harus multidimensional, bukan hanya memberikan sanksi tapi memahami root causes migrasi orang menjadi FTF,” kata Grata dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Pendekatan itu juga akan menyentuh aspek pencegahan dalam negeri untuk mengatasi akar masalah yang menyebabkan orang menjadi FTF, serta ketahanan negara andai FTF kembali ke negara asalnya.
Indonesia menjabat sebagai anggota tidak tetap DK PBB sejak Januari 2019 lalu. Setiap negara anggota DK PBB akan bergantian setiap bulannya pada tahun ini untuk menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan.
Indonesia memiliki empat fokus dalam posisi ini, yakni memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global lewat kapasistas pasukan perdamaian PBB.
Indonesia sejauh ini menjadi salah satu dari 10 negara kontributor terbesar untuk misi pemeliharaan perdamaian PBB.
Selain itu, meningkatkan kekompakan antara organisasi-organisasi di kawasan dengan PBB, mendorong pendekatan global-komprehensif untuk memerangi terorisme dan radikalisme, serta menggiatkan pembangunan berkelanjutan.
Indonesia juga menegaskan bahwa isu Palestina menjadi perhatian Indonesia.