Nicky Aulia Widadio
11 November 2020•Update: 11 November 2020
JAKARTA
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengatakan protokol kesehatan akan berlaku saat pemungutan suara Pilkada 2020 di tengah kekhawatiran terhadap potensi lonjakan kasus Covid-19.
Pilkada 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020 di 270 daerah dengan jumlah pemilih sebesar 100 juta orang. Pemerintah menargetkan 77,5 persen pemilih akan berpartisipasi.
Anggota KPU Ilham Saputra menuturkan jumlah pemilih di setiap tempat pemungutan suara (TPS) akan dibatasi menjadi maksimal 500 orang, dimana pada situasi normal batas maksimal pemilih sebanyak 800 orang.
KPU juga mewajibkan setiap orang menggunakan masker secara benar, menyediakan sarung tangan sekali pakai, hingga menyediakan fasilitas mencuci tangan.
“Tidak boleh ada kontak antar-pemilih, juga antara pemilih dengan petugas. Kami juga akan membatasi jumlah pemilih yang masuk TPS,” ujar Ilham dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu.
Selain itu, KPU juga akan memfasilitasi pasien Covid-19 yang ingin memberikan suara, dengan mengirim petugas khusus ke rumah sakit atau tempat karantina.
Ilham menuturkan setiap petugas penyelenggara pemilu juga akan menjalani rapid test lebih dulu.
Sementara itu, Pakar kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmat mengatakan sulit untuk memastikan bahwa Pilkada 2020 tidak memicu klaster baru.
Dia mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat setidaknya bisa mengurangi risiko itu.
Pengalaman di sejumlah negara, salah satunya Malaysia menunjukkan bahwa pemilu berdampak pada lonjakan kasus.
“Padahal Malaysia sejak Mei mampu mengendalikan penularan sehingga kurva kasus mereka sangat landai, tapi begitu ada pemilu pada 26 September 2020 terjadi peningkatan kasus luar biasa,” kata Riris.
Dia meminta KPU sebagai penyelenggara pemilu dapat memastikan bahwa setiap TPS memenuhi syarat protokol kesehatan dan alur pemungutan suara diatur sebaik mungkin agar tidak terjadi penumpukan orang.
Indonesia sejauh ini telah melaporkan 448.118 kasus Covid-19, dimana 378.982 orang sembuh dan 14.836 orang meninggal.