Nicky Aulia Widadio
04 Maret 2020•Update: 05 Maret 2020
JAKARTA
Pasien yang terinfeksi Coronavirus Desease (Covid-19) di Jakarta meminta media dan publik menjaga privasi dalam pemberitaan maupun penyebaran informasi di media sosial.
Ada dua orang pasien Covid-19 yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Keduanya merupakan anak dan ibunya, yang selanjutnya akan disebutkan sebagai Pasien 01 dan Pasien 02.
Pasien 01 juga mengatakan bahwa sejumlah informasi yang beredar di media maupun media sosial justru melenceng.
“Tolong jaga privasi saya dan keluarga saya, berhenti menyebarkan foto foto kami dan berita melenceng tentang kami,” ujar Pasien 01 melalui keterangan tertulis yang diterima Anadolu Agency pada Rabu.
Pasien 01 dan 02 merupakan penari profesional yang telah mengikuti kegiatan tari dan budaya mancanegara membawa nama Indonesia.
“Ibu adalah tokoh dan budayawan yang berjuang untuk kesenian dan kebudayaan Indonesia dan kami melakukan itu semua karena kami cinta Indonesia, bukan untuk diolok-olok disaat kami sedang menjadi korban virus,” kata dia.
Menurut Pasien 01, gejala batuk dan demam dia rasakan mulai 16 Februari 2020 dan sejak saat itu dia tidak keluar rumah.
Dia dan ibunya kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok pada Kamis.
Pasien 01 didiagnosis bronchopneumonia sedangkan pasien 02 didiagnosis sakit tifus.
“Kami saat itu masih tidak ada pikiran apapun meskipun dirawat,” ujar dia.
Pada Jumat lalu, seorang teman pasien 01 menghubungi dia dari Malaysia menginformasikan bahwa ada perempuan Jepang yang positif Covid-19 pada 26 Februari.
“Dia (perempuan warga negara Jepang) ke Amigos Kemang pada 14 Februari dan ke Paloma, tempat saya host tanggal 15 Februari,” kata Pasien 01.
Pasien 01 mengaku tidak mengenal perempuan warga negara Jepang tersebut sampai saat ini.
Namun berdasarkan informasi itu, pasien 01 kemudian menginfokan hal tersebut kepada dokter agar diperiksa. Pasien 01 dan ibunya kemudian diisolasi sejak Minggu.
“Saya garisbawahi, orang Jepang ini perempuan, bukan laki-laki yang menyewa saya seperti gosip yang beredar dan dia juga tidak pernah ke rumah kami seperti yang diberitakan,” jelas Pasien 01.
“Saya hanya sempat berada di ruangan yang sama dengan perempuan Jepang ini tanpa mengenal dia siapa,” lanjut dia.
Pasien 01 juga telah memberi kontak keluarga dan teman-teman terdekatnya untuk dihubungi Dinas Kesehatan agar diambil sampel untuk memastikan virus tidak tersebar.