Hayati Nupus
29 Maret 2018•Update: 29 Maret 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah meluncurkan program pembinaan kesadaran bela negara untuk para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Kamis.
Program ini diluncurkan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly dan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu.
“Pembinaan bela negara ini wajib diikuti oleh seluruh anak bangsa, termasuk warga binaan,” ungkap Menteri Yasonna, Kamis, dalam peluncuran program pembinaan kesadaran bela negara untuk para warga binaan, Kamis, di Jakarta.
Lewat penguatan ketahanan ideologi Pancasila, ujar Menteri Yasonna, program ini bertujuan agar para warga binaan dapat memperbaiki diri dan berkontribusi membangun bangsa.
Penyadaran bela negara ini, kata Menteri Yasonna, termasuk untuk warga binaan yang telah divonis mati.
“Semuanya, agar ada perubahan, belum tentu juga dia langsung dieksekusi,” ujar Menteri Yasonna.
Sementara itu Menteri Ryamizard menekankan pentingnya program pembinaan kesadaran bela negara bagi para warga binaan ini. Terlebih saat ini Indonesia tengah menghadapi ancaman terorisme dan ideologi negara.
“Menghadapi terorisme dengan senjata keberhasilannya hanya 1 persen, 99 persennya dengan rakyat,” ujar Menteri Ryamizard.
Program bela negara berupa penyadaran konsep bela negara seperti cinta tanah air, rela berkorban dan penguatan ideologi pancasila.
Setelah ini, program serupa akan diberikan kepada sekitar 230.000 warga binaan di seluruh Lapas dan Rumah Tahanan di Indonesia.