Hayatı Nupus
03 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
JAKARTA
Puncak hujan meteor Quadrantid, pertama tahun ini, akan terjadi pada Sabtu dini hari besok.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dalam keterangan tertulis, mengatakan hujan meteor Quadrantid berlangsung sepanjang 12 Desember 2019 hingga 12 Januari 2020, dengan puncaknya pada 4 Januari 2020.
“Dalam keadaan ideal, malam tak berawan dan gelap sepenuhnya, fenomena ini akan menampilkan sekitar 120 meteor setiap jam,” ujar LAPAN dalam keterangannya, Jumat.
LAPAN menjelaskan bahwa meteor adalah lintasan cahaya yang muncul akibat gesekan antara atmosfer bumi dengan meteoroid.
Umumnya gesekan tersebut terjadi pada ketinggian 70-100 km dari permukaan bumi.
Hujan meteor, lanjut LAPAN, terjadi ketika meteor muncul lebih sering dan lintasan cahaya yang terbentuk tampak berkali-kali.
Hal ini terjadi ketika bumi melewati wilayah yang ditempati debu komet atau asteroid.
Dalam hujan meteor kali ini, titik radiant berada pada konstelasi Bootes.
Di Jawa Barat, puncak hujan meteor Quadrantid akan terjadi mulai pukul 02:46 WIB, setelah rasi Bootes terbit di ufuk timur, hingga matahari terbit sekitar pukul 05:21 WIB.
Meski begitu, ujar LAPAN, peluang untuk hujan meteor Quadrantid tampak di langit Indonesia bagian barat begitu kecil, mengingat Januari adalah musim penghujan dan langit mendung.
Selain itu, radiant hujan meteor Quadrantid berada di ketinggian 22 derajat dari cakrawala, sehingga cahaya kote berpotensi mengaburkan lintasannya.