Hayati Nupus
26 September 2019•Update: 26 September 2019
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengungkapkan ribuan orang mengungsi akibat gempa bumi berkekuatan M 6,8 yang mengguncang Ambon, Provinsi Maluku.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan mereka mengungsi di lahan kosong dan halaman masjid.
“Jumlahnya sekitar 2.000 jiwa,” ujar Agus, Kamis, dalam keterangannya.
Agus mengatakan bahwa saat ini pengungsi membutuhkan bantuan dasar seperti tenda, makanan untuk orang dewasa dan bayi, air minum, matras, selimut, tikar, penerangan, dan obat-obatan.
Para pengungsi, lanjut Agus, juga membutuhkan bantuan air bersih, sanitasi dan trauma healing untuk anak-anak.
BNPB mencatat terdapat sekitar 20 orang tewas setelah gempa itu terjadi.
Selain itu, imbuh Agus, lebih dari 100 orang terluka dan 65 rumah rusak.
“Itu belum termasuk kerusakan rumah di Dusun Wainuru dan Tanah Mereah, Kabupaten Maluku Tengah,” ujar Agus.
Gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti kampus, rumah ibadah, jembatan, dan perkantoran.
Juga Gedung Rektorat, auditorium dan gedung kuliah jurusan Kehutanan, serta kampus Institute Agama Islam Negeri Ambon.
Gempa bumi dengan magnitude M 6,8 mengguncang Maluku dengan keras pada hari ini pukul 06.48 WIB.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 40 km timur laut Ambon, dengan kedalaman 10 km. Gempa tak berpotensi tsunami.
Gempa susulan sempat terjadi dengan kekuatan M 5,6 pada pukul 07.39 WIB.
Gempa kedua itu berlokasi di 18 km timur laut Ambon, dengan kedalaman 10 km.