Nicky Aulia Widadio
11 Maret 2020•Update: 11 Maret 2020
JAKARTA
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menunda penyelanggaraan seri balap mobil listrik internasional, Formula E.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penundaan diputuskan setelah mencermati perkembangan Covid-19 khususnya di Jakarta.
Keputusan ini telah disampaikan kepada Organizing Committee E-Prix.
"Demi menjaga keselamatan, memastikan kesehatan warga Jakarta maka kita memutuskan menunda pelaksanaan Formula E di bulan Juni. Waktu pelaksanaannya akan dibahas kemudian," kata Anies kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, Formula E merupakan kegiatan yang akan dihadiri oleh wisatawan internasional termasuk yang datang dari negara-negara terjangkit Covid-19 sehingga berisiko bagi warga Jakarta.
Dia menuturkan pihak Formula E juga telah menyetujui penundaan itu.
Jakarta menjadi tuan rumah Formula E dan Pemprov DKI telah menyetorkan commitment fee senilai USD24,1 juta. Balapan ini rencananya digelar di kawasan Monas.
Anies mengatakan commitment fee yang telah diserahkan Pemprov DKI Jakarta itu tidak akan hangus meski pelaksanaan event ditunda.
Formula-E bukan satu-satunya acara berskala internasional yang batal diselenggarakan akibat Covid-19 di Jakarta.
Beberapa izin konser musik internasional dan pertunjukan di Jakarta pada Maret ini telah ditangguhkan.
Event tersebut yakni konser Head In The Clouds yang menampilkan sejumlah musisi Asia termasuk asal Indonesia, Foul in Jakarta, serta Baby Metal.
Pemprov DKI juga telah menunda penerbitan sejumlah izin acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa hingga waktu yang belum ditentukan.
Penghentian izin sementara ini antara lain berlaku untuk kegiatan shooting film, bazar, perlombaan dan sejenisnya, perkemahan, serta izin pemakaian taman pemakaman untuk syuting film.
Ini juga berlaku untuk penyelenggaraan kegiatan keolahragaan dan kepemudaan.
Indonesia hingga hari Selasa memiliki 27 kasus positif Covid-19 dan masih menelusuri riwayat kontak dekat para pasien korona.
Jumlah kasus terus meningkat sejak kasus pertama diumumkan pada awal Maret 2020.