Hayati Nupus
10 Agustus 2020•Update: 11 Agustus 2020
JAKARTA
Utang luar negeri pemerintah Filipina untuk penanganan pandemi Covid-19 hingga Agustus mencapai USD8 miliar, ujar Departemen Keuangan Filipina.
Pinjaman luar negeri, hibah dan obligasi senilai USD8,13 miliar itu diteken pada 5 Agustus lalu, dari mitra multilateral dan bilateral, kutip the Philippine Star.
Jumlah itu naik 4,8 persen ketimbang 1 Juli lalu yang baru USD7,76 miliar.
Pemberi pinjaman terbesar adalah Bank Pembangunan Asia (ADB) yang berbasis di Manila, sebesar USD2,61 miliar.
Disusul oleh penghasilan dari obligasi global AS yang diterbitkan oleh administrasi Duterte, sebesar USD2,35 miliar.
Sedang Bank Dunia berada di urutan ketiga, dengan dana USD1,67 miliar.
Sementara Bank Investasi Infrastruktur Asia yang berbasis di China memberikan USD750 juta.
Kemudian Japan International Cooperation Agency, sebesar USD477,31 juta, juga Agence Francaise de Developpement asal Jerman USD275,7 juta.
Dari total USD8,13 miliar itu, hanya USD470 juta yang berupa hibah.
Lainnya berupa pinjaman dengan bunga dan dibayarkan beberapa tahap.
Obligasi itu jatuh tempo pada 2030 dan 2045, dengan bunga berkisar 2,5-2,9 persen.
Departemen Keuangan mengatakan pinjaman itu menambah beban utang pemerintah Filipina yang mencapai P9,05 triliun atau USD184,14 miliar pada akhir Juni.