Erric Permana
23 April 2021•Update: 25 April 2021
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyatakan pertemuan fisik pemimpin negara ASEAN di tengah pandemi Covid-19 merupakan bentuk kekhawatiran ASEAN terhadap situasi di Myanmar.
Retno Marsudi pun berharap pertemuan yang digelar pada besok bisa mencapai kesepakatan untuk membantu Myanmar.
"[Pertemuan sebagai bentuk] tekad ASEAN untuk membantu Myanmar keluar dari situasi rumit ini," jelas Retno dalam konferensi pers virtual pada Jumat.
Persiapan pertemuan para pemimpin ASEAN pada Sabtu terus dilakukan pada tingkat pejabat senior hingga menteri luar negeri, kata Retno.
Retno mengatakan telah bertemu dengan Menteri Luar Brunei Darussalam dan Malaysia untuk membahas persiapan pertemuan itu.
"Nanti malam saya akan menjadi tuan rumah jamuan makan malam dengan semua Menlu ASEAN yang sudah hadir di Jakarta. Dalam pertemuan itu tentunya kita akan bahas kembali persiapan terakhir," kata dia.
Retno juga menyatakan pertemuan pemimpin negara ASEAN merupakan inisiatif Indonesia dan merupakan tindak lanjut pembicaraan Presiden Joko Widodo dengan Sultan Brunei Darussalam.
Hingga kini dia menyatakan tiga pemimpin negara ASEAN menyatakan tidak dapat hadir yakni Thailand, Laos dan Filipina.
PM Thailand telah menyampaikan permintaan maaf melalui sambungan telepon kepada Presiden Joko Widodo karena tidak hadir lantaran kondisi Covid-19 di negaranya, kata Retno.