Hayatı Nupus
23 Desember 2019•Update: 26 Desember 2019
JAKARTA
Kinabatangan-Koridor Asosiasi Operator Wisata Sabah (Kita) tengah mencari cara agar satwa liar, terutama gajah, memiliki jalur sendiri yang dapat dilewati tanpa mengganggu masyarakat sekitar.
Saat ini, ujar Presiden Kita Alexander Yee, satwa liar harus melewati perkebunan penduduk untuk melintas karena tak memiliki jalur atau koridor khusus.
Dampaknya, lanjut Yee, konflik manusia dan satwa yang kerap menelan korban terluka atau bahkan nyawa menjadi tak terhindari.
“Kami tengah berupaya menyelesaikan masalah ini dengan menciptakan koridor satwa liar,” ujar Yee, kutip The Star.
Sudah sejak satu dekade lalu, kata Yee, Kita menggelar berbagai kegiatan untuk melestarikan habitat satwa liar.
Seperti penanaman pohon, patroli dan pelatihan petugas keamanan satwa liar, serta membangun kesadaran warga soal ekologi.