JAKARTA
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) terus memantau mewabahnya infeksi pneumonia yang terjadi di Wuhan, China, lansir Channel News Asia pada Kamis.
Wuhan, provinsi Hubei tengah, mengeluarkan pemberitahuan bahwa rumah sakit telah mengobati serangkaian pasien dengan infeksi pneumonia.
Sebagai tindakan pencegahan, Departemen Kesehatan Singapura telah memperingatkan praktisi medis untuk mewaspadai mereka yang terangkit pneumonia dari Wuhan.
"Kasus demam dan penyakit pernapasan akut atau pneumonia dan baru saja kembali dari Wuhan selama 14 hari akan diisolasi sebagai tindakan pencegahan penularan," rilis Departemen Kesehata Filipina.
Jumat malam, pemeriksaan akan dilakukan di Bandara Changi untuk semua warga atau turis yang mendarat dari Wuhan.
Singapura akan mengirim mereka ke rumah sakit jika diduga kuat terjangkit pneumonia untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, Singapura telah menyebar poster imbauan kesehatan yang akan dipasang di Bandara Changi.
Selain itu, petugas kesehatan juga akan memeriksa semua wisatawan yang datang dari Wuhan.
Singapura meminta siapa saja yang berasal dari Wuhan untuk memeriksa kesehatan dan segera mencari perawatan medis jika tidak sehat.
Mereka harus memberi tahu dokter mereka tentang riwayat perjalanan mereka, kata Departemen Kesehatan.
Selama perjalanan, mereka juga harus menghindari kontak dengan hewan hidup dan tidak makan daging mentah atau kurang matang.
Wisatawan juga harus sering mencuci tangan dengan sabun dan mengenakan masker jika memiliki gejala pernapasan seperti batuk atau pilek.
Selasa lalu, media pemerintah melaporkan bahwa China sedang menyelidiki wabah pneumonia atipikal yang diduga terkait dengan SARS.
Sebuah tim ahli dari Komisi Kesehatan Nasional China dikirim untuk mengivestigasi wabah ini.
SARS menewaskan 349 orang di daratan China dan 299 lainnya di Hong Kong pada 2003.
Virus itu, yang menginfeksi lebih dari 8.000 orang di seluruh dunia termasuk Singapura, yang diperkirakan berasal di provinsi Guangdong di China selatan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di Singapura, sebanyak 238 orang terinfeksi dan menewaskan 33 orang.
Pada Mei 2004, WHO mengumumkan bahwa China bebas dari virus SARS yang mematikan.
news_share_descriptionsubscription_contact

