Hayati Nupus
19 Januari 2021•Update: 19 Januari 2021
JAKARTA
Food and Drug Administration (FDA) Thailand diharapkan menyetujui vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19 pekan ini yang rencananya akan mulai disuntikan bulan depan.
Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Masyarakat, Opas Karnkawinpong, mengatakan bahwa FDA tengah memeriksa dokumen untuk menyimpulkan efikasi dan keamanan vaksin Covid-19 tersebut.
Kekhawatiran global muncul setelah kematian sejumlah orang lanjut usia terkait dengan vaksin Pfizer-BioNTech di Norwegia.
“Jika ada yang meninggal setelah disuntik vaksin Covid-19, kematian akan segera diselidiki untuk menentukan apakah itu terkait vaksin tersebut atau tidak,” kata Opas, kutip the Bangkok Post.
Bila tidak terkait, lanjut Opas, penggunaan vaksin akan dilanjutkan untuk masyarakat lebih luas.
Sementara jika penyebab kematian itu belum jelas, maka penggunaan vaksin dihentikan.
Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat Sathit Pitutecha bersikeras bahwa hanya vaksin terbukti aman yang akan diberikan kepada warganya.
Sejauh ini, lanjut dia, vaksin yang dianggap aman adalah vaksin produksi Sinovac China atau perusahaan biofarmasi multinasional Inggris-Swedia Oxford-AstraZeneca, bukan Pfizer.
Vaksin pertama akan diberikan kepada kelompok rentan di lima provinsi yang ditetapkan sebagai zona pengendalian Covid-19 yang maksimum dan ketat.
Bulan depan, pemerintah akan menyuntikkan 200.000 dosis pertama, sedang 800.000 lainnya akan disuntikkan Maret.
Sementara kelompok lainnya akan divaksinasi Juni-Juli.