Maria Elisa Hospita
23 April 2020•Update: 23 April 2020
Burak Dag
ANKARA
Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca membantah klaim surat kabar New York Times tentang data korban tewas akibat virus korona di Turki.
"Klaim bahwa Turki menyembunyikan angka kematian yang sebenarnya sama sekali salah," tegas Fahrettin Koca dalam konferensi pers pada Rabu.
"Kami sudah memberikan semua data secara transparan kepada Organisasi Kesehatan Dunia, dan kami akan terus melakukannya," tambah dia.
Artikel New York Times menyoroti adanya peningkatan signifikan jumlah korban selama bulan Maret-April di Istanbul dibanding kota lainnya di Turki.
Koca menjelaskan bahwa orang-orang yang seharusnya dimakamkan di kota asal masing-masing harus dimakamkan di Istanbul sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus. Alhasil, jumlah kematian di kota-kota besar lebih tinggi.
Menkes menekankan bahwa fokus utama seharusnya adalah total korban di Turki bukan hanya di satu kota saja.
Sejauh ini, Turki melaporkan 98.600 kasus Covid-19, termasuk 2.337 orang yang meninggal dunia.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di China akhir tahun lalu dan telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Ada lebih dari 2,6 juta orang yang terinfeksi virus ini di seluruh dunia.