ANKARA
Turki dan Senegal meningkatkan lebih dari dua kali lipat target volume perdagangan bilateral mereka menjadi USD1 miliar, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin.
“Kami akan memperkuat struktur hubungan kami yang ada dengan perjanjian yang akan kami tandatangani selama kunjungan saya,” kata Erdogan kepada Forum Bisnis Turki-Senegal yang diadakan di ibu kota Senegal, Dakar, selama kunjungan empat hari ke Afrika Tengah dan Barat.
Erdogan memuji "jalan yang sangat baik" dari hubungan Turki dengan Senegal, dengan mengatakan mereka membawa kepentingan utama di Afrika Barat.
Menggarisbawahi bahwa target volume perdagangan bilateral sebelumnya sebesar USD400 juta berhasil dicapai, Erdogan mengatakan, "Target kami sekarang adalah USD1 miliar. Dengan upaya bersama kami, kami akan mencapai angka ini dalam waktu singkat."
Volume perdagangan pada 2021 meningkat 42 persen tahun-ke-tahun menjadi USD540 juta meski ada pandemi virus korona, tutur Erdogan.
"Saya harap kita akan bergerak menuju tujuan kita dengan sangat cepat di periode mendatang tanpa kehilangan momentum ini," tambah presiden Turki.
Dia menekankan perlunya menerapkan mekanisme baru sambil memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara.
Berkat lokasi geografis dan pengaruhnya di kawasan, Senegal adalah pintu gerbang ekspor ke negara-negara Afrika Barat, kata Erdogan.
Dia menambahkan, "Berdasarkan prinsip win-win solution, saluran kerja sama ditetapkan terutama di bidang produksi, pertanian, pariwisata, tekstil, industri, energi, makanan, dan kesehatan akan bermanfaat bagi seluruh kawasan."
Setelah Senegal, Erdogan dijadwalkan mengunjungi Guinea-Bissau, negara Afrika Barat.