Burak Bir
ANKARA
Peringatan World Oceans Day (Hari Laut Dunia) dimulai pada Sabtu untuk mengingatkan warga dunia akan pentingnya lautan dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun ini, Majelis Umum PBB meluncurkan "Play It Out" - kampanye global melawan polusi plastik.
"Hari ini, 13.000.000 ton plastik dibuang ke lautan setiap tahun yang menyebabkan 100.000 hewan laut mati setiap tahun," kata PBB dalam sebuah pernyataan.
"Sebagian besar plastik akan tetap utuh selama beberapa dekade atau abad setelah digunakan, plastik di lautan akan menjadi mikro-plastik yang dikonsumsi oleh ikan dan satwa liar lainnya, dengan cepat memasuki rantai makanan global," kata.
"Dari sedotan plastik hingga kantong plastik, kita semua berada di garis depan upaya untuk #BeatPlasticPollution."
PBB menambahkan bahwa secara global, nilai pasar dari sumber daya laut dan pesisir dan industri diperkirakan mencapai USD3 triliun per tahun, atau sekitar 5 persen dari PDB global. Angka ini menunjukkan pentingnya laut bagi dunia.
Lebih dari 1.000 acara terkait diadakan di seluruh dunia tahun ini, termasuk pemutaran film, kegiatan pembersihan, pembicaraan interaktif dan kontes melukis.
Majelis Umum PBB memutuskan bahwa pada 2009, bahwa 8 Juni akan ditetapkan sebagai “Hari Laut Dunia untuk menarik perhatian global pada manfaat yang didapat dari lautan dan tantangan yang dihadapi oleh komunitas internasional sehubungan dengan lautan.
Menurut PBB, konsep "Hari Laut Dunia" pertama kali diusulkan pada 1992 di KTT Bumi di Rio de Janeiro "sebagai cara untuk merayakan lautan bersama dunia kita dan hubungan pribadi kita dengan laut".
'Lumba-lumba bukan penghibur'
World Animal Protection, sebuah organisasi kesejahteraan hewan nirlaba internasional, mengeluarkan pernyataan di situs webnya mengenai lumba-lumba pada peringatan Hari Laut Dunia.
"Beberapa lumba-lumba hidup dengan kebosanan dalam tangki beton buatan atau laguna buatan," katanya, mengkritik program "Berenang bersama Lumba-lumba".
Gerakan ini juga menekankan bahwa lumba-lumba liar dapat berenang lebih dari 100 kilometer (62 mil) sehari dan dapat hidup selama lebih dari 50 tahun, "yang berarti hukuman seumur hidup di kolam kecil yang diklorinasi".
Mereka juga mengkritik penggunaan lumba-lumba di Australia untuk pariwisata.