Büşra Nur Çakmak
17 Februari 2022•Update: 22 Februari 2022
ANKARA
Para pemimpin Uni Eropa (UE) akan mengadakan pertemuan informal pada 17 Februari untuk membahas perkembangan mengenai ketegangan Rusia-Ukraina, kata juru bicara presiden Dewan Uni Eropa Barend Leyts pada Rabu.
Pertemuan itu akan diadakan menjelang KTT Uni Eropa-Uni Afrika (AU), kata Leyts di Twitter.
“Menjelang EU&AU Summit besok akan ada pertemuan informal satu jam para anggota Dewan Eropa pada pukul 12:30 tentang perkembangan terbaru terkait dengan Rusia-Ukraina,” tutur dia.
Ketika ketegangan antara Moskow dan Kyiv meningkat dalam beberapa bulan terakhir, negara-negara Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), telah memperingatkan invasi Rusia yang akan segera terjadi.
Ukraina, AS dan sekutunya meningkatkan kewaspadaan mereka dengan mengatakan Rusia mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina.
Moskow telah berulang kali membantah sedang bersiap untuk menyerang bekas tetangga Sovietnya, dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk melakukan latihan.
Pada Selasa, Rusia mengumumkan bahwa beberapa pasukannya kembali ke pangkalan setelah menyelesaikan latihan.
Moskow juga mengecam negara-negara Barat karena merusak keamanannya dalam ekspansi NATO ke perbatasannya.
Rusia mengeluarkan daftar tuntutan keamanan ke Barat, termasuk mundurnya pengerahan pasukan dari beberapa negara bekas Soviet dan jaminan bahwa beberapa negara tersebut tidak akan bergabung dengan NATO.
Dalam tanggapan tertulis terhadap tuntutan tersebut, Washington mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menegakkan “kebijakan pintu terbuka” NATO, sementara NATO mengatakan sikapnya “sejajar dengan AS.”