Hayati Nupus
09 September 2018•Update: 10 September 2018
Yildiz Nevin Gundogmus
ANKARA
Ajudan presiden Turki pada Sabtu mengutuk kemungkinan serangan militer di provinsi Idlib di barat laut Suriah, dan mengatakan "Ini tidak akan menghasilkan apa-apa selain kematian dan kehancuran".
Dalam kolom berjudul "The Idlib quagmire is yet another test for the international system," untuk koran Daily Sabah, Ibrahim Kalin menulis bahwa kemungkinan serangan "akan merusak semua upaya politik di bawah proses Jenewa dan Astana."
Ajudan presiden Turki menulis bahwa perang Suriah terus menciptakan "kekacauan, drama manusia, dan kekacauan politik" pada tahun ketujuh. "
“Tanpa solusi politik yang kuat dan berkelanjutan, pertempuran politik dan militer yang berlangsung hanya akan memperburuk krisis saat ini.
"Perkembangan terakhir di Idlib dan sekitarnya cenderung memperburuk keadaan, bukan lebih baik," tambah Kalin.
Artikel Kalin terbit sehari setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berdiskusi dengan rekan-rekan Rusia dan Iran di Teheran tentang upaya bersama proses perdamaian, dan upaya politik Astana untuk menemukan solusi akhir konflik Suriah.
Berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Putin dan Rouhani, Erdogan menyerukan diakhirinya kematian di Suriah.
Migrasi
Menurut Kalin, perang Suriah "tentu saja tidak diperjuangkan untuk membantu rakyat Suriah".
Melainkan, “Solusi berdasarkan alasan kebajikan dan welas asih yang bisa jadi sudah sejak lama jika para pemangku kepentingan memiliki pendekatan berbeda," kata dia.
“Dua proses Jenewa dan Astana telah melahirkan beberapa hasil tetapi tidak mampu menghentikan pembantaian yang sedang berlangsung.
“Amerika menggunakan Daesh sebagai dalih untuk membenarkan kehadiran mereka di timur laut Suriah. Dengan ancaman eliminasi sebagian besar Daesh, mereka mencari cara untuk melegitimasi keterlibatan mereka dengan PKK di Suriah dalam pelanggaran berat terhadap kemitraan strategis dan hubungan antara Turki dan AS.
“Panggilan Turki agar AS menghentikan hubungan busuk ini sampai ke telinga tuli. Rezim dan pendukungnya, yaitu, Iran dan Rusia, juga menggunakan monster Daesh untuk membenarkan kebijakan mereka menggambar peta baru di Levant. Mereka menghancurkan atau melemahkan kelompok oposisi Suriah moderat secara militer dan politik,” tambah dia.
Kalin menegaskan kembali bahwa setiap serangan terhadap Idlib di mana sekitar 3,5 juta orang hidup, "akan menyebabkan bencana kemanusiaan besar."
"Ini akan memicu gelombang migrasi ke Turki dan dari sana ke Eropa dan tempat lain," tambah dia.
Solusi politik
“Ini akan menjadi kemenangan tak bermoral bagi rezim Assad. Ini, sekali lagi, akan menunjukkan bahwa satu-satunya cara mendapatkan apa yang Anda inginkan di Suriah adalah menggunakan kekuatan tak pandang bulu dan brutal. Ini bukan jalan untuk menyelesaikan konflik Suriah,” kata ajudan presiden.
Rezim Assad baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar di barat laut provinsi Idlib, yang dikendalikan berbagai kelompok oposisi bersenjata.
Kalin mengingatkan bahwa Idlib adalah zona de-eskalasi di bawah perjanjian Astana dan Turki, Rusia dan Iran yang mendirikan pos militer di provinsi ini sebagai negara penjamin.
"Turki memiliki 12 dari mereka," kata Kalin: "Kehadiran tentara Turki di sana mungkin satu-satunya jaminan untuk mencegah serangan besar, karena para pejuang jet Rusia dan pasukan darat rezim tidak mampu melakukan serangan, sementara tentara Turki ada di sana; kita tahu bahwa mereka tidak peduli dengan warga sipil dan pasukan oposisi yang resmi dan moderat. Setiap serangan terhadap Idlib atas nama mengeliminasi kelompok teroris akan merusak proses Astana,” tambah dia.
Kalin mengatakan Turki telah melakukan yang terbaik dan akan melanjutkan upaya tak kenal lelahnya untuk mencegah bencana kemanusiaan lain di Suriah.
“Dukungan internasional harus melampaui pernyataan keprihatinan atau ‘kemarahan’, seperti yang diceritakan Presiden AS Donald Trump. Ini harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata untuk solusi politik bagi para pengungsi.
“Idlib adalah bom waktu. Kami dapat mematikannya dan memulai proses baru di Suriah jika masyarakat internasional serius tentang perang Suriah dan menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap rakyat Suriah,” tambahnya.