Maria Elisa Hospita
26 September 2018•Update: 26 September 2018
Narkas Rezaie, Mostafa Mellih Ahsihali
TEHERAN
Iran akan mengimbangi sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dengan menjalin kerja sama yang lebih erat dengan China, Rusia, dan Turki.
"Kami akan mengatasi masalah kami dengan bekerja sama dengan China, Rusia, Turki dan negara-negara sahabat lainnya," ujar Ali Akbar Velayati, penasihat pemimpin tertinggi Iran untuk hubungan internasional, seperti dilansir oleh Kantor Berita ISNA.
"Tekanan AS tidak akan mengganggu ekspor minyak Iran,” tambah Velayati, sambil menegaskan bahwa Iran saat ini tidak terlibat dalam negosiasi apapun dengan AS.
Pada Mei, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi AS dari perjanjian nuklir yang ditandatangani oleh Iran dan kelompok P5 + 1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman) pada 2015.
Trump kemudian memberlakukan kembali sanksi ke Teheran.
Sanksi tersebut diperkirakan akan berdampak pada sektor minyak Iran, karena pendapatan ekspor diperlukan untuk membiayai anggaran nasionalnya.