Muhammad Abdullah Azzam
08 November 2018•Update: 08 November 2018
Adem Salvarcioglu
ANKARA
Sebanyak 34 petugas hukum yang terdiri dari pengacara, hakim dan jaksa tewas akibat berbagai serangan selama periode Presiden Rodrigo Duterte menjabat di Filipina.
Media lokal melaporkan, seorang pengacara yang menentang kebijakan Duterte, Benjamin Ramos, meninggal akibat serangan bersenjata saat meninggalkan kantornya di Kota Kabankalan.
Ramos yang juga pendiri Asosiasi Pengacara Filipina itu tewas dengan tiga peluru bersarang di tubuhnya.
Ramos dikenal dengan aktivitasnya yang memberikan bantuan kepada keluarga korban yang tewas akibat kebijakan tegas Duterte untuk memberantas peredaran narkoba.
Kalangan yang menentang Duterte menuding presiden mendorong polisi, warga dan tentara bayaran menembak langsung para tersangka pengedar dan pengguna narkoba.
Tercatat 34 petugas hukum, termasuk tiga hakim dan tujuh jaksa tewas dalam serangan selama Duterte mejabat sejak tahun 2016.
Pada 29 September lalu, seorang pengacara yang mengangkat perkara kasus narkoba menderita luka-luka akibat terkena serangan bersenjata.
Sementara seorang pengacara lain tewas akibat serangan bersenjata di Davao City pada 24 September.