Muhammad Abdullah Azzam
27 September 2019•Update: 30 September 2019
Velid Abdullah
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB mengumumkan delapan tentara bayaran yang terhubung dengan pasukan yang loyal kepada Jenderal Khalifa Haftar tewas dalam sebuah operasi yang mereka gelar.
Menurut penuturan via akun media sosial dari Operasi "Burkan al-Ghadab", delapan tentara bayaran yang tewas itu bekerja untuk perusahaan Rusia.
Pasukan Libya mengungkapkan bahwa tentara bayaran tersebut sedang bersiap melancarkan operasi terhadap Tripoli.
Selain itu, pasukan Libya juga menangkap sekelompok tentara bayaran asal Afrika yang digunakan oleh pasukan Haftar untuk menyerang ibu kota.
Menteri Dalam Negeri GNA mengumumkan pada selasa kemarin bahwa Uni Emirat Arab mendukung Haftar dengan menggunakan tentara bayaran dari perusahaan Rusia dan milisi Janjaweed di Sudan.
Pada April lalu, pasukan yang loyal kepada Jenderal Khalifa Haftar melancarkan serangan untuk merebut Tripoli dari pasukan GNA.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bentrokan antara kedua pihak telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan sekitar 5.500 lainnya luka-luka.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika Muammar Khaddafi digulingkan dan tewas dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, muncul dua poros kekuasaan yang saling bersaing di negara kaya minyak itu, satu di Libya timur, dan satu lagi yang berbasis di Tripoli.