Mohammad Sıo
18 Mei 2026•Update: 18 Mei 2026
Iran pada Senin (18/05), mengumumkan pembentukan badan baru yang bertugas mengelola Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur laut strategis tersebut.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan otoritas baru itu akan memberikan “pembaruan langsung terkait operasi Selat Hormuz dan perkembangan terbaru” melalui platform media sosial X.
Namun, Iran belum mengungkap rincian lebih lanjut mengenai struktur, kewenangan, maupun tanggung jawab badan baru tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia yang menghubungkan kawasan Teluk dengan Teluk Oman dan pasar internasional. Gangguan di kawasan itu memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak, bahan bakar, dan gas global sejak pecahnya perang Iran.
Pada Sabtu lalu, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan negaranya telah menyiapkan mekanisme untuk mengatur lalu lintas kapal melalui jalur khusus di Selat Hormuz dan akan mengenakan biaya atas “layanan khusus” yang diberikan dalam sistem tersebut.
“Dalam proses ini, hanya kapal dagang dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapatkan manfaat,” tulisnya di X.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu yang memicu serangan balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Sejak 13 April, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di selat tersebut.