Chandni
18 April 2018•Update: 19 April 2018
Ekip
BAGHDAD
Perempuan dan anak-anak Irak yang terlibat dengan kelompok Daesh mengalami pelecehan seksual, kata Amnesty International dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa.
Menurut lembaga HAM itu, laporan itu disusun setelah mewawancarai 92 perempuan dari delapan kamp pengungsi di provinsi Nineveh dan Saladin di Irak.
Laporan itu menyingkapkan adanya "diskriminasi besar terhadap perempuan-perempuan yang hidup di kamp oleh pasukan keamanan, petugas bersenjata, dan pihak berwenang setempat yang percaya mereka berhubungan dengan Daesh."
"Putus asa dan dikucilkan, perempuan-perempuan ini menghadapi ancaman besar pelecehan dari pasukan keamanan, petugas bersenjata, dan milisi-milisi yang bekerja di dan sekitar kamp," bunyi laporan itu.
Mereka juga menggambarkan "penderitaan ribuan kepala keluarga perempuan yang harus berjuang hidup di kamp karena anggota keluarga pria dibunuh atau dipenjara ketika melarikan diri dari kawasan Daesh di dan sekitar Mosul."
Laporan itu mengutip Lynn Maalouf, direktur riset Timur Tengah Amnesty, yang mengatakan perempuan dan anak-anak Irak "yang dicap memiliki keterlibatan dengan Daesh dihukum untuk kejahatan-kejahatan yang tidak mereka lakukan."
"Keluarga-keluarga ini," tambahnya, "harus dibolehkan pulang tanpa ancaman intimidasi, penjara, atau serangan."
Daesh menguasai banyak kawasan di utara dan barat Irak pada pertengahan 2014. Namun mereka diruntuhkan tahun lalu oleh pasukan pemerintah Irak setelah perang sembilan bulan di Mosul.