Dunia

Anggota Kongres AS kecam penangkapan pengunjuk rasa pro-Palestina di universitas

Mahasiswa melakukan aksi protes di seluruh AS 'karena mereka menentang sikap diam dan keterlibatan pemerintah kami dalam kematian sedikitnya 35.000 warga Palestina,' kata anggota Kongres Cori Bush

Diyar Güldoğan  | 09.05.2024 - Update : 14.05.2024
Anggota Kongres AS kecam penangkapan pengunjuk rasa pro-Palestina di universitas

WASHINGTON

Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Cori Bush dan Rashida Tlaib pada Rabu menyatakan dukungannya terhadap pengunjuk rasa pro-Palestina yang ditangkap oleh polisi di Universitas George Washington (GWU).

“Mahasiswa melakukan protes di seluruh negeri karena mereka yakin pemerintah kita telah gagal mengakui rasa kemanusiaan semua orang,” kata Bush pada konferensi pers bersama para mahasiswa.

“Mereka melakukan protes karena menentang sikap diam dan keterlibatan pemerintah kami dalam kematian sedikitnya 35.000 warga Palestina,” tambah dia.

Pernyataannya muncul setelah polisi membubarkan tenda perkemahan pro-Palestina di GWU pada Rabu pagi.

Ratusan mahasiswa menyatakan dukungan untuk masyarakat Palestina di Gaza dan mereka menuntut agar kampus mereka memutuskan hubungan dengan Israel.

Mengundang rekan-rekannya di Kongres AS untuk bergabung dengan dirinya dan Tlaib serta “para mahasiswa pemberani sepanjang sejarah,” Bush mengatakan, “Kita harus mendengar tuntutan para mahasiswa ini karena kami sangat yakin bahwa perubahan harus terjadi.”

Tlaib, satu-satunya orang Amerika keturunan Palestina di Kongres, mengatakan bahwa “di bawah naungan kegelapan,” polisi menyemprotkan gas air mata, menganiaya dan menangkap mahasiswa pengunjuk rasa di GWU.

“Sangat keterlaluan melihat polisi kini memasuki kampus-kampus di seluruh negara kita dengan senjata terhunus, menargetkan mahasiswa dengan semprotan merica, gas air mata, peluru karet, dan alat kejut listrik. Memalukan!” ujar dia.

Protes pro-Palestina yang digelar di kampus telah berlangsung sejak 17 April lalu, ketika mahasiswa Universitas Columbia di New York meluncurkan sebuah perkemahan sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza dan menuntut agar sekolah mereka memutuskan hubungan dengan Israel.

Polisi usir 'secara paksa' para demonstran

Seorang mahasiswa dari GWU, Kali, mengatakan perkemahan mereka dan aksi protes terhadap genosida yang sedang berlangsung di Gaza dengan cepat mendapat dukungan masyarakat yang luar biasa, “lebih dari yang pernah kami bayangkan.”

“Kami, sebagai mahasiswa Amerika, menyadari bahwa merupakan keharusan moral kami sebagai manusia untuk mengambil sikap tegas terhadap keterlibatan universitas kami dalam genosida ini dan semua kekejaman yang telah dilakukan Israel terhadap masyarakat adat Palestina selama lebih dari 75 tahun,” ungkap Kali.

Siswa lainnya, Miriam, mengatakan GWU telah membuang hampir semua sumber daya yang ditinggalkan di perkemahan setelah Departemen Kepolisian Metropolitan secara paksa mengusir semua demonstran.

Moataz, siswa lainnya, mengatakan dia mengalami cedera serius di tangan kirinya akibat intervensi polisi dan terkena gas merica yang intens.

“Serangan brutal terhadap mahasiswa dan anggota komunitas DC tadi malam dilakukan atas permintaan Universitas George Washington,” tambah dia.

Lebih dari 2.000 orang telah ditangkap di kampus-kampus AS sejak 18 April di tengah perdebatan yang sangat terpolarisasi mengenai hak untuk melakukan protes, batasan kebebasan berpendapat, dan tuduhan antisemitisme.

Di saat bentrokan dengan polisi di Universitas Columbia, Universitas Negeri Portland, dan Universitas California, Los Angeles (UCLA) telah menarik perhatian global, di sisi lain demonstrasi dan aksi duduk juga digelar di kampus-kampus di beberapa wilayah Eropa, termasuk Prancis, Belanda dan Swiss.​​​​​​​​

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın