10 September 2017•Update: 11 September 2017
Canberk Yuksel
NEW YORK
Beberapa jam sebelum badai Irma diperkirakan sampai di Florida, Presidan AS Donald Trump pada Sabtu meminta penduduk setempat untuk “menyingkir dari jalur badai”, dan memaksa mereka yang masih berada di zona evakuasi untuk bergegas pergi.
Badai Irma, meski telah diturunkan levelnya menjadi Kategori 3 namun masih berpotensi membawa badai dengan kecepatan 195 kilometer per jam, kata National Hurricane Center (NHC) pada pukul 10.00 malam waktu setempat, memicu evakuasi massal terbesar dalam sejarah Florida dan negara-negara bagian di dekatnya.
Angin dengan kekuatan badai sebesar 100 kmh dilaporkan sudah sampai di jajaran kepulauan Florida Keys sepanjang 195 km di ujung selatan Florida, menurut badan cuaca.
Ribuan orang telah diminta untuk meninggalkan kediaman mereka, sementara puluhan ribu lainnya berada di tempat perlindungan. Pusat badai diprediksi akan mencapai Keys pada Minggu pagi, kemudian bergerak menuju Tampa atau Miami.
Namun tak peduli bagaimana rute pusat badai, Irma “akan membawa angin yang bisa mengancam nyawa masyarakat Florida”, kata NHC.
Sebelumnya, badai Irma Kategori 5 menghantam Kapulauan Karibia, menewaskan setidaknya puluhan orang dan meninggalkan beberapa pulau rusak parah sehingga tak bisa dihuni lagi.
Setelah rapat kabinet di Camp David, sekitar 96 kilometer dari D.C., Presiden Trump meminta masyarakat Florida untuk mematuhi petugas evakuasi.
“Tolong, menyingkir dari jalur [badai Irma],” ujar Trump. “Rumah-rumah bisa dibangun kembali, namun nyawa tidak bisa. Dan keselamatan yang utama.”
Sebelumnya pada Sabtu, Gubernur Florida Rick Scott berkata, nyaris seperempat dari 20 juta populasi Florida – keempat terbesar se-Amerika – telah diperintahkan untuk menjalankan evakuasi.
“Badai sudah sampai di sini,” ujarnya, menekankan betapa pentingnya bagi semua masyarakat yang ada di jalur badai untuk menyelamatkan diri.
Scott mengatakan gelombang badai, yakni kenaikan level air yang abnormal akibat badai, bisa mencapai 4,5 meter di beberapa tempat. NHC menjabarkan gelombang badai sebagai, “ancaman terbesar untuk nyawa dan bangunan dalam sebuah badai”.
“Lima belas kaki [4,5 meter] itu sangat tinggi dan bisa menenggelamkan rumah Anda,” kata Gubernur Scott. “Jangan berpikir badai selesai ketika angin mereda. Gelombang badai bisa datang, dan bisa membunuh Anda.”
Sementara itu, bagian timur Kepulauan Karibia mesti bersiap lagi dengan kedatangan badai kuat lain, Jose, badai Kategori 4 yang mengikuti Irma namun sejauh ini dianggap belum mengancam benua AS.
AS sendiri masih memulihkan diri dari Badai Harvey, yang bulan lalu menyebabkan kerusakan besar di bagian selatan AS seperti Texas dan Louisiana. Harvey menghanyutkan lebih dari 40 ribu rumah di Houston, Texas.