10 September 2017•Update: 11 September 2017
Nancy Caouette
MEXICO CITY
Setidaknya 58 orang tewas pada Jumat, saat gempa berkekuatan 8.2 skala Richter mengguncang bagian selatan Meksiko, ujar pihak berwenang.
Gempa yang menghancurkan gedung-gedung dan membuat masyarakat berlarian dari rumah mereka di tengah malam, dikatakan sebagai “gempa terkuat di Meksiko dalam 100 tahun terakhir” oleh Presiden Enrique Peña Nieto.
Badan Koordinator Perlindungan Sipil Nasional, Luis Felipe Puente, mengatakan di Twitter sebanyak 45 korban tewas di Oaxaca, 10 di Chiapas, dan tiga Tabasco.
Puente juga berkata dalam wawancara di radio, ketiga negara bagian Pasifik di Selatan yang berada paling dekat dengan pusat gempa adalah yang mengalami kerusakan paling parah.
Di Juchitan [Oaxaca], istana kota, pasar, dan sebuah hotel roboh. Beberapa rumah juga hancur, dan kami masih melakukan pencarian korban di antara reruntuhan,” kata dia.
Dengan badan SAR setempat masih melakukan pencarian penyintas, jumlah resmi korban tewas masih mungkin naik, ucap pihak berwenang.
Peña Nieto mendeklarasikan state of emergency di Chiapas dan memperingatkan penduduk gempa susulan bisa terjadi dalam 24 jam ini, dan kemungkinan menyebabkan kerusakan tambahan, meski “dengan derajat kecil”.
Peringatan tsunami yang dikeluarkan di kawasan Pasifik Meksiko, “tidak menunjukkan risiko besar,” kata dia.
Gempa tersebut terasa kuat di Mexico City, 965 kilometer dari pusat gempa.
Tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan di Ibu Kota Meksiko tersebut, tapi kota menjadi gelap gulita karena listrik mati.
Menteri Pendidikan Aurelio Nuno mengumumkan sekolah diliburkan di 11 dari 31 negara bagian dan di Mexico City untuk melihat seberapa besar kerusakan melanda gedung-gedung sekolah.
Menurut pihak berwenang, gempa ini lebih kuat ketimbang gempa 8.0 SR pada 1985 yang menewaskan setidaknya 10.000 orang dan menghancurkan sebagian besar Mexico City.