Astudestra Ajengrastrı
24 Agustus 2018•Update: 25 Agustus 2018
Mohammad Farid Mahmoud Abdullah, Mehmet Nuri Ucar
RIYADH
Arab Saudi menyangkal laporan yang menyatakan perusahaan minyak negara Saudi Aramco menunda rencana mereka untuk melepas 5 persen saham melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), menurut Saudi Press Agency (SPA) pada Kamis.
Pemerintah Saudi tetap berkomitmen melakukan IPO Saudi Aramco dengan waktu yang ditentukannya sendiri, ketika kondisi sedang optimal, kata Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Saudi Khalid Al-Falih, dalam pernyataan yang dirilis melalui SPA.
Arab Saudi bertujuan mendapatkan USD100 miliar dengan menawarkan lima persen saham Aramco ke publik, yang akan melambungkan kapitalisasi pasar perusahaan ini menjadi USD2 triliun, sesuai dengan rencana Visi 2030 Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Pada Rabu, sejumlah media internasional melaporkan Arab Saudi menunda rencana mereka untuk melakukan pendaftaran domestik dan internasional saham perusahaan energi raksasa Aramco di bursa saham.
Kapan IPO yang diprediksi menjadi penawaran saham perdana terbesar dalam sejarah ini akan terjadi, bergantung kepada beberapa faktor, kata Al-Falih seperti dikutip dari berbagai media internasional, di antaranya termasuk kondisi pasar dan akuisisi wilayah kerja hilir yang akan dilakukan perusahaan tersebut dalam beberapa bulan ke depan.