Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Maret 2019•Update: 08 Maret 2019
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Arab Saudi menawarkan kerja sama penuh untuk meredakan ketegangan yang meningkat antara Pakistan dan India.
Tawaran itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir yang tiba di Islamabad pada Kamis untuk membantu meredakan eskalasi ketegangan antara kedua negara tetangga di Asia Selatan itu.
Jubeir, yang mengunjungi Pakistan atas arahan Putra Mahkota Mohammad bin Salman, bertemu dengan rekan sejawatnya dari Pakistan, Shah Mehmood Qureshi, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Qureshi menyambut tawaran langka putra mahkota untuk menjadi penengah antara Pakistan dan India, yang menyusul janji investasi Saudi bernilai miliaran dolar di kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.
Jubeir juga bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di mana mereka membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan ketegangan yang sedang berlangsung dan pelaksanaan proyek-proyek bersama, lansir media lokal Geo News.
Ketegangan antara kedua negara tetangga nuklir itu meningkat setelah pemboman bunuh diri di Jammu dan Kashmir yang menewaskan lebih dari 40 pasukan paramiliter India pada 14 Februari.
Eskalasi tersebut lebih jauh didorong oleh pertempuran antara kedua angkatan udara di mana kedua belah pihak mengklaim saling menjatuhkan pesawat.
Sejak berpisah pada 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali - pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya memperebutkan Kashmir.
Sementara itu, tawaran Saudi tampaknya tidak berhasil memberikan kesan baik bagi India, yang telah lama menolak mediasi pihak ketiga, terutama pada sengketa Kashmir.
Riyadh telah lama menjadi mitra ekonomi dan strategis Islamabad, tetapi menghindari terlibat dalam pertikaian diplomatik antara Pakistan dan India karena memiliki investasi besar di kedua negara.
Bulan lalu, Arab Saudi menandatangani perjanjian perdagangan dan investasi senilai USD20 miliar dengan Pakistan, termasuk pendirian kilang minyak di kota pelabuhan strategis Gwadar.
Tahun lalu, perusahaan minyak negara Saudi Aramco juga menandatangani kesepakatan senilai USD44 miliar dengan India untuk membangun kilang besar di pantai barat India.