Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
25 November 2017•Update: 25 November 2017
BOGOTA, Kolombia
Pencarian dalam skala International untuk mencari kapal selam yang hilang kontak di selatan Samudera Atlantik dengan kru sebanyak 44 awak dilanjutkan.
Kapal selam tersebut hilang kontak dengan ARA San Juan pada 15 November saat melakukan perjalanan ke arah utara.
Dalam pernyataan resmi, terdengar suara ledakan beberapa jam setelah hilangnya kontak.
Juru bicara Angkatan Laut Kapten Enrique Balbi menyampaikan kepada wartawan pada Kamis tidak diketahui apa yang menyebabkan ledakan tersebut, namun tidak ada bukti bahwa ledakan tersebut berasal dari sebuah serangan.
Kecuali terdapat kerusakan saat terjadinya ledakan, pasokan oksigen dapat bertahan selama seminggu.
Keluarga korban mengancam Angkatan Laut Argentina karena masih menggunakan kapal berusia puluhan tahun.
Pemerintah melakukan evaluasi dengan Kepala Staf AL (KSAL) Argentina mengenai insiden ini, termasuk dengan laksamana dan beberapa akuntan terkait pengoperasian kapal selam buatan Jerman yang diluncurkan pada 1985 dan dioperasikan kembali pada 2014.
Informasi dalam surat kabar Clarin yang menyatakan bahwa ada “kelalaian” dan informasi yang disembunyikan oleh pihak Angkatan Laut.
Terdapat spekulasi yang menyebar luas bahwa Presiden Mauricio Macri telah mencopot KSAL Argentina Laksamana Marcelo Srur, namun pengumuman terkait pencopotan tersebut tidak akan diumumkan hingga ditemukannya kapal selam.
Kementerian Pertahanan Argentina telah melakukan 40 investigasi internal dan Srur mengeluarkan laporan lengkap mengenai situasi yang menyebabkan hilangnya kapal selam.
Di antara negara-negara yang terlibat dalam pencarian area seluas 185.000 mil persei (480.000 kilometer persegi) adalah Brasil, Chili, Kolombia, Peru, Inggris, Amerika Serikat dan Uruguay.