ANKARA (AA)
Turki mengharapkan kondisi Timur Tengah yang stabil dan bebas dari teror, penasihat senior presiden Turki menyampaikannya kepada CNN International pada Jumat.
Dalam wawancaranya, Gulnur Aybet, profesor Hubungan Internasional, menekankan beberapa isu yang membuat ketegangan Turki dan AS meningkat akhir-akhir ini.
“Turki mengharapkan kondisi Timur Tengah yang stabil, dimana konflik yang ada berakhir dapat berakhir,” ucapnya.
Mengacu pada hubungan AS dengan YPG, kelompok teror PKK, isu tersebut belum terselesaikan sejak kelompok tersebut dipersenjatai. Ia mengatakan kehadiran YPG di Suriah menjadi poin penting dalam menemukan solusi, karena ini adalah “garis merah” bagi Turki.
Kelompok PYD dan sayap militernya YPG adalah jaringan PKK yang berada di Suriah, dimana telah mendeklarasikan perang dengan Turki selama lebih dari 30 tahun.
Semenjak PKK melancarkan ancaman terornya di Turki sejak 1984, puluhan ribu masyarakat telah terbunuh.
Ia mengatakan, YPG mengibarkan benderanya dan poster pemimpinnya, Ocalan adalah sebuah “indikasi nyata keterkaitan dan kesamaan mereka.”
Ia juga menambahkan bahwa AS sudah tidak nyaman dengan insiden yang terjadi, meskipun mereka tetap mengulanginya dengan mempersenjatai kelompok tersebut untuk merebut Raqqa dengan cepat.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada Recep Tayyip Erdogan bahwa Washington tidak akan memberi senjata lagi kepada kelompok teror PKK/PYD, mengacu pada laporan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Turki pada Jumat.
Keterangan yang dikeluarkan oleh Mevlut Cavusoglu dikeluarkan setelah Trump dan Erdogan berbicara melalui telepon pada Jumat untuk mendiskusikan pertemuan Sochi, krisis Suriah dan hubungan bilateral.
“Mr. Trump [….] telah menyatakan bahwa AS tidak akan memberikan senjata lagi kepada YPG dan ia juga mengatakan bahwa seharusnya hal ini dilakukan sebelumnya,” Cavusoglu menyampaikannya kepada wartawan dalam konferensi pers di Ankara.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menyambut baik keputusan Trump dengan menyampaikannya di akun Twitternya, “saya memiliki percakapan telepon yang bermanfaat dengan Presiden Donald Trump hari ini.”
Mengenai keberpihakan Turki ke kubu barat atau timur menyangkut kebijakan Timur Tengah. Dan, belum ada kepastian apakah Donald Trump turut diundang untuk menghadiri pertemuan Sochi dengan Iran, Turki dan Rusia. Responnya adalah, “ Dunia berubah, regional berubah. Turki […] sebagai kekuatan baru, harus mengkalkulasikan segala kemungkinan untuk mencapai situasi yang stabil, khususnya saat lemahnya kepemimpinan.
Terkait hubungan antara Turki dan Uni Eropa, ia mengatakan para pemimpin Eropa harus memahami situasi Turki, ia menambahkan, “Sebuah negara yang mengalami upaya kudeta dan juga menghadapi beberapa ancaman teror dari tiga organisasi teroris dalam waktu yang sama, pegerakan Gulen, sebagaimana PKK dan Daesh. Itu mengapa, tindakan darurat harus diambil.”
Ia mengucapkan, “Daripada melakukan kritik, sekutu Turki harus membantu Turki untuk mengatasi periode ini dimana dibutuhkan untuk menstabilkan situasi keamanan. "
news_share_descriptionsubscription_contact

