Maria Elisa Hospita
11 Desember 2018•Update: 11 Desember 2018
Tugrul Cam
YEREVAN, Armenia
Armenia siap untuk menjalin hubungan dengan Turki tanpa prasyarat apa pun.
“Sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa kami siap menjalin hubungan dengan Turki tanpa prasyarat, dan kami berharap Turki siap melakukan hal yang sama,” kata Perdana Menteri Nikol Pashinyan pada Senin.
Sehari sebelumnya, pada Minggu, blok Pashinyan memenangkan pemilihan parlemen.
"Masalahnya adalah hubungan dengan Turki masih dibayangi-bayangi konflik Nagorno-Karabakh. Situasi ini menjadi masalah terbesar dalam hubungan kami," tambah dia.
Pendudukan Armenia atas Nagorno-Karabakh - sebuah wilayah yang disengketakan antara Azerbaijan dan Armenia - menyebabkan penutupan perbatasan dengan Turki, yang memihak Azerbaijan dalam sengketa itu.
Karena konflik itu dan Perang Dunia I, hubungan politik antara Ankara dan Yerevan masih membeku hingga saat ini.
Pada Senin, Komisi Pemilu Armenia mengumumkan bahwa blok Pashinyan, My Step Alliance, menggaet 70,4 persen suara dalam pemilihan parlemen.
April lalu, Pashinyan memimpin protes massal terhadap Partai Republik yang berkuasa, yang memicu pengunduran diri mantan Perdana Menteri Serzh Sargsyan.
Pashinyan yang menjabat sebagai perdana menteri satu bulan kemudian telah mengundurkan diri pada Oktober, sehingga pemilu pun digelar.