Alex Jensen
29 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
Alex Jensen
SEOUL
Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat James Mattis sekali lagi mengancam Korea Utara dengan sebuah ‘respon militer besar-besaran’ seandainya Pyongyang menyerang negaranya atau sekutu-sekutunya.
Berbicara sehari setelah mengunjungi Zona Demiliterisasi yang memisahkan Korea, Mattis menekankan kembali bahwa solusi diplomatik tetap menjadi pilihan Washington. Namun, kata dia, negaranya juga memiliki banyak pilihan militer.
Perjalanan kedua Mattis ke Korea Selatan tahun ini terjadi kurang dari dua minggu menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke semenanjung, dan hanya dua bulan setelah uji coba nuklir keenam Korea Utara dilakukan.
“Diplomat kami paling efektif bila didukung oleh kekuatan militer yang kredibel dalam situasi seperti ini,” ujar Kepala Pertahanan Amerika yang bersikeras mengadakan konferensi pers bersama dengan rekannya dari Korea Selatan Song Young-moo, Sabtu.
“Jangan melakukan kesalahan - serangan ke Amerika Serikat atau sekutu kami, akan kami lawan,” tegas Mattis seperti dikutip kantor berita lokal Yonhap.
“Setiap penggunaan senjata nuklir akan disambut dengan operasi militer yang masif,” imbuh dia.
Dalam kesempatan itu, dia juga menambahkan bahwa tidak dapat dibayangkan jika AS harus menerima Korea Utara sebagai negara yang berkuasa atas kekuatan nuklir.
Pyongyang terus melakukan uji coba senjata nuklir tahun ini meski bertentangan dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Korea Utara menganggap senjata nuklir sebagai kedaulatan mereka untuk membela diri dalam menghadapi hampir 30ribu tentara Amerika yang ditempatkan di Korea Selatan bersama dengan aset strategis regional mereka.