29 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
NINEVEH, Irak
Pasukan federal Irak telah mengambil 40 sumur minyak dari pasukan Peshmerga Kurdi dalam operasi militer baru-baru ini di provinsi Nineveh utara, Irak.
“Pasukan gabungan Irak telah berhasil mengendalikan lebih dari 40 dari 44 sumur minyak dalam operasi militer baru-baru ini di distrik Zummar Tal Afar [barat ibukota provinsi Mosul],” kata Mayor Angkatan Darat Hammam al-Abdali kepada Anadolu Agency, Sabtu.
“Pemerintah pusat telah mengirim awak teknik yang khusus mengoperasikan sumur minyak ke daerah tersebut untuk mempertahankan ekstraksi minyak tanpa adanya gangguan,” kata dia.
Dia menambahkan, pasukan Irak juga memberikan perlindungan bagi awak teknik sampai mereka dapat melaksanakan tanggung jawab mereka tanpa menghadapi kesulitan.
Belakangan, ketegangan terus meningkat antara Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) yang berbasis di Erbil. Tepatnya sejak 25 September lalu saat warga Irak berada di daerah yang dikuasai KRG -dan di beberapa wilayah yang disengketakan di negara tersebut- memberikan suara untuk mengumumkan kemerdekaan negara Irak.
Dari hasil jajak pendapat, KRG mengklaim dan mengumumkan bahwa hampir 93 persen pemilih yang terdaftar memberikan suara mereka untuk kemerdekaan.
Referendum inkonstitusional tersebut banyak dikritik oleh regional dan internasional. Banyak pihak yang memperingatkan referendum akan mengalihkan perhatian orang-orang dari perang melawan terorisme yang dilakukan oleh Irak dan membuat kawasan menjaditidak stabil.
Selama dua minggu terakhir ini, pasukan pemerintah Irak telah pindah ke beberapa bagian negara yang diperdebatkan yakni antara Baghdad dan Erbil, termasuk di dalamnya provinsi Kirkuk yang kaya minyak.
Penyebaran militer saat ini telah menyebabkan beberapa konfrontasi kekerasan antara pasukan Irak dan pasukan Peshmerga Kurdi, dengan memakan korban dari kedua belah pihak.
Dilaporkan oleh Ahmed Qassem; dituliskan oleh Mahmoud Barakat