Maria Elisa Hospita
20 Agustus 2019•Update: 21 Agustus 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat meminta rezim Bashar al-Assad di Suriah dan pasukan sekutunya untuk menghentikan tindakan ofensif di Provinsi Idlib, barat laut Suriah.
Desakan itu dikeluarkan setelah serangan udara menghantam konvoi Turki pada Senin hingga menewaskan tiga warga sipil dan melukai 12 lainnya.
"Rezim Assad dan sekutunya harus kembali ke gencatan senjata di #Idlib sekarang juga," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus via Twitter.
"Kami mengutuk serangan udara ini dan semua kekerasan harus berakhir," tegas dia.
Pada Senin, militer Turki mengerahkan pasukan ke Idlib untuk mengamankan pos pengamatan, menjaga rute pasokan tetap terbuka, dan mencegah korban sipil di wilayah itu.
Tahun lalu, Turki dan Rusia sepakat menetapkan Idlib sebagai zona de-eskalasi di mana tindakan agresi dilarang keras.
Namun, rezim Assad dan sekutunya, secara konsisten melanggar gencatan senjata, dengan sering melancarkan serangan ke wilayah tersebut.
Sekitar empat juta warga sipil saat ini menghuni zona de-eskalasi, termasuk ratusan ribu orang yang dievakuasi oleh pasukan rezim.
Menurut PBB, ratusan ribu orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi akibat konflik yang telah berlangsung selama lebih dari delapan tahun di Suriah.