Muhammed Bilal Kenasari
26 Juni 2018•Update: 27 Juni 2018
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengutuk serangan rudal balistik yang dilancarkan oleh kelompok Houthi dari wilayah Yaman ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh Kemenlu AS itu, pemerintahan Trump mengutuk dengan keras serangan rudal balistik yang ditargetkan ke kota Riyadh oleh kelompok Houthi.
“Serangan semacam itu dapat menyebabkan masalah yang melanda di Yaman akan semakin membesar serta mengurangi keamanan di sana,” ungkap pernyataan itu.
AS menyatakan bahwa pihaknya akan berdiri di samping sekutunya, Arab Saudi, yang selama ini sedang menjaga perbatasannya dari berbagai serangan. Selain itu AS juga merekomendasikan semua pihak untuk berupaya bersama utusan khusus PBB Martin Griffiths dalam mencari jalan penyelesaian konflik yang melanda Yaman.
Menurut berita yang dilansir oleh kantor berita resmi Arab Saudi SPA kemarin, tiga tentara tewas di perbatasan Yaman.
Televisi pemerintah Arab Saudi "Al Ekhbariya" melaporkan bahwa Arab Saudi telah menghancurkan dua rudal balistik di udara yang diluncurkan ke arah Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
Konflik berkepanjangan tersebut telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk air dan sistem sanitasi, sehingga PBB menyebut situasi tersebut sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".