Astudestra Ajengrastrı
20 Juli 2018•Update: 21 Juli 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Kepala Pusat Komando AS (CENTCOM) pada Kamis berkata pelatihan untuk patroli gabungan Turki-Amerika di garis depan Kota Manbij, sebelah utara Suriah, akan segera dimulai.
"Sebagai bagian dari peta jalan diplomasi, kami akan segera memulai pelatihan yang dibutuhkan untuk pasukan patroli gabungan di beberapa titik garis perbatasan wilayah yang sangat kompleks ini," kata Jend. Joseph Votel, merujuk kepada peta jalan Manbij.
Peta jalan ini diumumkan bulan lalu setelah pertemuan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan rekannya dari AS, Mike Pompeo, yang berfokus pada penarikan kelompok teror YPG yang berafiliasi dengan PKK dari Manbij dan guna menstabilkan wilayah.
Pasukan bersenjata Turki pada Rabu melakukan patroli ke-16 di kota tersebut, sebagai bagian dari perjanjian dengan AS.
Melalui pernyataan tertulis, Staf Umum Turki mengumumkan pasukan dari kedua negara akan melakukan patroli di antara wilayah yang sudah dibebaskan melalui Operasi Perisai Eufrat dan Manbij. Patroli pertama dimulai pada 18 Juni.
Memberikan detail melalui telekonferensi kepada reporter di Pentagon, Votel berkata AS akan terus melakukan patroli bersama Turki untuk memastikan stabilitas jangka panjang di kota tersebut, dan menjalankan rencana yang telah disetujui untuk menciptakan keamanan bersama.
Menjawab pertanyaan apakah dia mengetahui perjanjian dan kerja sama AS-Rusia sebagai hasil pertemuan Presiden Amerika Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pekan ini, Votel berkata CENTCOM belum menerima perintah baru sebagai hasil pertemuan Finlandia tersebut.
Dia menyebutkan bahwa hukum saat ini melarang adanya koordinasi, sinkronisasi dan kolaborasi dengan pasukan Rusia -- artinya kegiatan militer bersama harus mendapatkan persetujuan Kongres.
"Saat ini saya belum memintanya," ujar dia, menambahkan bahwa AS terus menjaga komunikasi dan menghindari konflik dengan pasukan Rusia untuk memastikan keselamatan tentara Amerika dan menjalankan kewajiban internasional AS.
Tentang kehadiran Iran di Suriah, Votel berkata AS tak mempunyai misi yang secara fokus menargetkan Iran, dan satu-satunya niat AS saat ini adalah mengalahkan Daesh.
Ketika ditanya apakah CENTCOM mendukung mendekatnya kelompok teror YPG/PKK yang menggunakan nama SDF dengan rezim Suriah, dia berkata AS tak menginginkan kelompok itu berhubungan dengan rezim.
"Tapi, tentu saja, kami mengerti realitas di lapangan seperti ini. Beginilah fakta yang terjadi di wilayah ini," imbuh dia.
Dalam kampanye terornya selama lebih dari 30 tahun terhadap Turki, PKK telah menewaskan sekitar 40.000 nyawa, termasuk wanita dan anak-anak. PYD/YPG adalah cabang Suriahnya.
Bila model patroli di Manbij sukses, Turki akan mengusulkan kesepakatan sama di timur Suriah.
Turki mengatakan kehadiran kelompok teror di dekat perbatasannya menimbulkan ancaman, maka Turki meluncurkan operasi militer dan usaha-usaha lain untuk mengenyahkan teroris dari wilayahnya.