Maria Elisa Hospita
14 Desember 2017•Update: 14 Desember 2017
WASHINGTON
Amerika Serikat tidak percaya bahwa rezim Bashar al-Assad akan terus berkuasa, kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert, Selasa.
"Kami bertekad untuk menyelesaikan proses Jenewa. Kami percaya bahwa Bashar al-Assad tidak ada dalam masa depan Suriah, namun itu semua bergantung pada rakyat Suriah dan mereka yang memberikan suara dalam pemilihan umum," kata Nauert dalam konferensi pers.
Konferensi Jenewa II mengenai Suriah didukung oleh PBB yang bertujuan untuk mengakhiri perang sipil Suriah dengan mempertemukan pemerintah Suriah dan oposisi untuk duduk bersama mendiskusikan langkah-langkah yang diperlukan untuk membentuk pemerintah transisi.
Dalam konferensi pers, Nauert membantah laporan The New Yorker yang menyebutkan bahwa AS menyetujui Assad untuk terus berkuasa hingga pemilihan presiden Suriah pada 2021.
"Itu bukan ranah AS untuk memutuskan, namun orang-orang Suriahlah yang berhak memutuskan," tegas dia.
Mengenai keputusan Rusia yang menarik pasukannya dari Suriah, Nauert mengatakan, Rusia mungkin mempertimbangkan untuk mengakhiri tugasnya di Suriah, namun koalisi global pimpinan AS akan terus beroperasi di Suriah.
"Jika Rusia memutuskan untuk menarik pasukannya, itu memang pilihan mereka, namun AS akan terus mengupayakan stabilitas di Suriah," jelas Nauert.
Pekan lalu, komandan pasukan Rusia di Suriah, Jenderal Sergei Surovikin, mengatakan bahwa Rusia akan menarik 23 pesawat tempur, 2 helikopter, pasukan khusus, dan petugas keamanan dari Suriah, menyusul pengumuman Presiden Rusia Vladimir Purin saat kunjungannya ke pangkalan militer Suriah.