Muhammed Yasin Güngör
23 Juli 2026•Update: 23 Juli 2026
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menolak klaim Iran yang menyatakan memiliki kendali atas Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka bagi lalu lintas internasional dan tidak berada di bawah kendali Teheran.
Melalui unggahan di platform media sosial X pada Rabu, CENTCOM menyatakan bahwa Iran tidak menguasai Selat Hormuz dan menyebut klaim terbaru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai informasi yang tidak benar.
CENTCOM mengatakan pasukan AS telah membantu lebih dari 900 kapal melintasi Selat Hormuz sejak awal Mei.
Komando itu juga menyatakan pasukan AS telah mengalihkan rute sembilan kapal komersial serta melumpuhkan satu kapal dalam pelaksanaan blokade laut terhadap Iran.
Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran sejak pekan lalu, sementara Teheran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di beberapa negara kawasan.
Saling serang antara kedua negara terus berlangsung meski Amerika Serikat dan Iran pada Juni lalu menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Februari dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.
Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melalui jalur laut, menjadi pusat ketegangan sejak pecahnya perang Iran-Amerika Serikat pada Februari dan meningkatnya perselisihan mengenai kebebasan pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.