Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Oktober 2018•Update: 01 November 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
Menteri Pertahanan AS James Mattis telah menyerukan gencatan senjata di Yaman dan dimulainya pembicaraan damai dalam 30 hari ke depan.
"Kami ingin melihat semua orang duduk bersama membicarakan perdamaian menuju gencatan senjata, penarikan pasukan dari perbatasan dan berhenti menjatuhkan bom," kata Mattis pada Selasa, saat berpidato di Institut Perdamaian Amerika Serikat di Washington, DC.
"Kita harus bergerak menuju upaya perdamaian dan kita tidak bisa mengatakan bahwa kita akan melakukannya di masa depan. Kita harus melakukannya dalam 30 hari ke depan," tambahnya.
Yaman yang miskin terus dilanda kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk menggulingkan Houthi.
'Waktunya untuk mengakhiri konflik ini'
Menyusul pernyataan Mattis, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa ini adalah waktu untuk mengakhiri konflik, menggantikan konflik dengan kompromi dan memungkinkan rakyat Yaman untuk kembali pulih melalui perdamaian dan rekonstruksi.
Pompeo menyerukan kepada semua pihak untuk mendukung Utusan Khusus PBB Martin Griffiths dalam mencari solusi damai.
Dia mengatakan bahwa sekaranglah saatnya untuk menghentikan permusuhan, termasuk serangan misil dan UAV dari daerah yang dikuasai Houthi ke Kerajaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
"Selanjutnya, serangan udara koalisi di semua daerah berpenduduk di Yaman harus dihentikan," katanya.
Pompeo mengatakan konsultasi substantif di bawah utusan khusus PBB harus dimulai pada November di negara ketiga untuk menerapkan langkah-langkah membangun kepercayaan untuk mengatasi masalah-masalah konflik mendasar, demiliterisasi perbatasan dan konsentrasi semua senjata besar di bawah pengawasan internasional.
"Penghentian permusuhan dan pemberlakuan kembali jalur politik akan membantu meringankan krisis kemanusiaan juga," tambahnya.