Muhammad Nazarudin Latief
02 Desember 2018•Update: 02 Desember 2018
Meryem Goktas
ANKARA
Presiden AS pada Sabtu sepakat tidak menaikkan tingkat tarif atas barang-barang yang diimpor dari China, Gedung Putih mengumumkan.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mengadakan "pertemuan yang sangat sukses" di sela-sela KTT G20 di ibukota Argentina.
"Pada soal perdagangan, Presiden Trump sepakat bahwa pada 1 Januari 2019, dia akan menjadikan tarif produk senilai USD200 miliar pada tingkat 10 persen dan tidak menaikkan menjadi 25 persen pada saat ini," kata pernyataan itu.
Menjelang KTT G20, Trump menambah tensi ketegangan ekonomi kedua negara, mengancam akan perpanjangan kenaikan tarif atas barang-barang dari Tiongkok jika tidak ada kesepakatan.
"China setuju membeli produk pertanian, energi, industri, dan produk lainnya dari Amerika Serikat untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara kita," bunyi laporan tersebut.
Pernyataan itu mengatakan bahwa China setuju untuk mulai membeli produk pertanian dari petani AS "segera".
Kedua pemimpin juga sepakat untuk memulai negosiasi perubahan struktural "sehubungan dengan transfer teknologi paksa, perlindungan hak milik intelektual, hambatan non-tarif, intrusi dan pencurian ciber, layanan dan pertanian".
Pernyataan itu mengatakan bahwa negara-negara sepakat untuk menerapkan transaksi ini dalam 90 hari ke depan.
"Jika pada akhir periode waktu ini, para pihak tidak dapat mencapai kesepakatan, tarif 10 persen akan dinaikkan menjadi 25 persen," tambahnya.
Penalti untuk produk painkillers
Para pemimpin juga menyetujui hukuman bagi perusahaan China yang menjual obat penghilang rasa sakit sintetis yang kuat ke AS.
"Sangat penting, Presiden Xi, dalam sikap kemanusiaan yang luar biasa, telah setuju untuk menunjuk fentanyl sebagai zat terkendali, yang berarti bahwa orang yang menjual fentanyl ke Amerika Serikat akan dikenakan hukuman maksimum di bawah hukum China," katanya.
Furanyl fentanyl adalah analog dari fentanyl yang dijelaskan oleh Institut Nasional AS tentang Penyalahgunaan Narkoba sebagai analgesik opioid sintetis yang kuat, mirip dengan morfin tetapi 50 hingga 100 kali lebih kuat.
Ini digunakan untuk mengobati pasien dengan rasa sakit yang parah atau kondisi pasca-operasi tetapi juga terbuka untuk penyalahgunaan.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Trump dan Xi juga setuju "bahwa kemajuan besar telah dibuat sehubungan dengan Korea Utara" untuk Semenanjung Korea bebas nuklir.