Şenhan Bolelli
21 Mei 2026•Update: 21 Mei 2026
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez meminta Uni Eropa melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki wilayah negara-negara anggota Uni Eropa setelah munculnya rekaman perlakuan terhadap aktivis Armada Global Sumud yang memicu kecaman internasional.
Dalam pernyataan di platform media sosial X pada Selasa, Sanchez menyebut rekaman yang memperlihatkan penghinaan terhadap para aktivis oleh pemerintah dan militer Israel sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
“Rekaman Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir yang menghina anggota armada internasional pendukung Gaza tidak dapat diterima. Kami tidak akan menoleransi siapa pun yang memperlakukan warga kami secara buruk,” kata Sanchez.
Sanchez mengingatkan bahwa pemerintah Spanyol telah memberlakukan larangan masuk terhadap Ben-Gvir ke wilayah Spanyol sejak September 2025.
Menurut dia, Madrid kini akan mendesak Brussel agar sanksi tersebut segera diperluas ke tingkat Uni Eropa.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares sebelumnya juga mengecam keras perlakuan terhadap para aktivis Armada Global Sumud.
Ia mengatakan dirinya menyaksikan video yang menunjukkan para aktivis diperlakukan secara tidak adil dan merendahkan oleh seorang menteri Israel dan aparat kepolisian.
“Ini adalah perlakuan yang menjijikkan dan memalukan. Sangat biadab dan saya menuntut Israel menyampaikan permintaan maaf secara terbuka,” ujar Albares.
Sebagai bentuk protes diplomatik, Spanyol juga memanggil diplomat tertinggi Israel di Madrid, Dana Elrich, ke Kementerian Luar Negeri.
Sebelumnya, Ben-Gvir membagikan video di akun media sosialnya yang memperlihatkan dirinya mendatangi Pelabuhan Ashdod, tempat para aktivis Armada Global Sumud ditahan.
Dalam rekaman tersebut, seorang aktivis perempuan terdengar meneriakkan “Bebaskan Palestina” sebelum aparat Israel menjatuhkannya ke tanah.
Pada saat yang sama, Ben-Gvir terdengar mengatakan, “Memang harus dilakukan seperti ini.”
Video lain juga memperlihatkan sejumlah aktivis ditahan dalam posisi berlutut dengan tangan terikat di belakang dan kepala menunduk ke bawah.