Shenny Fierdha
27 Agustus 2017•Update: 28 Agustus 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Status Badai Harvey pada Sabtu diturunkan menjadi badai tropis, setelah sebelumnya sebagai badai Kategori 4, Harvey merusak dan memadamkan listrik hampir 400.000 rumah dan area bisnis di pesisir Texas.
Sejumlah rumah dan area bisnis rusak total saat badai menumpahkan sekitar setengah meter air hujan dan menimbulkan gelombang setinggi lebih dari 1,8 meter di beberapa area.
“Kami tahu kerusakannya sangat luas,” kata Walikota Rockport C.J. Wax kepada awak media. “Menurut saya, kita bisa mengatakan kita telah menghadapi badai kategori 4 secara langsung, dan kami menghargai doa yang dipanjatkan masyarakat.”
Puluhan ribu warga meninggalkan kota-kota yang berada dalam jalur perusakan badai tersebut, dan mereka pun telah memborong barang-barang keperluan di toko. Sekolah membatalkan acara yang seharusnya diadakan pada hari Jumat, termasuk membatalkan kegiatan belajar-mengajar yang seharusnya diadakan pada Senin.
Selain itu, sekitar 4.500 tahanan dari 3 penjara negara telah dipindahkan ke penjara lain. Pasukan garda nasional telah diterjunkan ke negara bagian tersebut.
Badai Harvey mencapai daratan dengan angin berkecepatan 130 mil per jam (209 kilometer per jam) pada Jumat malam. Sebelum berakhir, badai tersebut diperkirakan akan menciptakan kerusakan “bersejarah” di Texas dan Lousiana barat daya. Kerusakan bahkan diperkirakan akan mencapai Mississippi, menurut National Weather Service.
Presiden Donald Trump yang pergi liburan pada Jumat ketika badai mendekat mengatakan pada Sabtu bahwa negara dan otoritas federal akan berintegrasi untuk memerangi badai tersebut.
“Memantau #BadaiHarvey dengan dekat dari Camp David,” tulisnya di akun Twitter-nya pada Sabtu. “Kami siap siaga. Kota, negara bagian, dan pemerintahan federal bekerja sama dengan baik!”
Badai Harvey merupakan badai besar pertama yang menyerang Texas setelah Badai Ike yang menyebabkan kerusakan sebesar USD 22 miliar pada 2008 dan Badai Claudette yang menyebabkan kerusakan senilai USD 180 juta pada 2003.
Penasihat Keamanan Dalam Negeri Tom Bossert tidak setuju dengan kritik yang menyebutkan bahwa rencana untuk tetap membuka pos pemeriksaan imigrasi selama badai berlangsung akan membuat imigran tanpa dokumen kesulitan mencari penampungan.
“Orang seharusnya tidak usah takut pergi ke penampungan untuk menerima makanan dan minuman,” katanya. “Itu bukan masalah.”